RADARJOGJA.CO.ID – Bank Indonesia (BI) sudah sepekan lebih melucurkan uang pecahan emisi baru. Namun, di Gunungkidul peredaran uang baru tersebut masih langka. Karena, bank setempat masih melayani penukaran uang secara terbatas.

Pimpinan Cabang BPD DIJ di Wonosari Plati Sulistiyanti mengatakan, pihaknya mendapatkan kiriman uang baru dari BI. Hanya, jumlahnya masih terbatas, sehingga pelayanan penukaran belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Kami melayani penukaran uang baru. Namun jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga pelayanan hanya diberikan dengan melihat stok yang dimiliki,” ungkap Susilowati, Kamis (29/12).

Ia berharap masyarakat bersabar. Karena belum bisa melayani penukaran uang baru secara luas. Proses pencairan tunjangan sertifikasi guru yang dilakukan masih didominasi uang lama. Jika ada masyarakat yang berminat, mereka bisa menukarkan langsung ke BI dengan paket nominal Rp 200 ribuan. “Selanjutnya kalau ada kiriman uang baru dari BI, kami segera informasikan,” janjinya.

Belum terdistribusikannya secara maksimal uang pecahan emisi baru membuat penasaran warga. Ika Wahyuningsih, seorang pedagang di Wonosari mengaku, belum melihat langsung uang baru tersebut. “Kami tidak tahu, takutnya nanti ada yang memalsukan,” keluh Ika.

Sebelumnya, pergantian mata uang rupiah ditindaklanjuti Polres Gunungkidul dengan menggelar sosialiasi. Tujuannya, masyarakat tidak terkecoh dengan kemungkinan munculnya uang paslu (upal).

“Cara membedakan pecahan uang emisi baru dengan uang palsu, di antaranya diterawang dan diraba. Caranya membedakannya sama dengan keluaran uang lama. Jika masih ragu memegang uang baru, silakan lapor polisi,” kata Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino.(gun/hes)