Bambang Dewanjaya Terpilih sebagai Ketua PASI Kota Jogja

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Jogja selesai menggelar musyawarah kota (Muskot) 2016 di Hotel Ruba Grha, Rabu (28/12). Hasilnya, Bambang Dewanjaya dipilih secara aklamasi untuk menggantikan ketua sebelumnya Deddy Pranowo Eryono untuk masa bakti 2016-2020. Selain itu, dibentuk pula tim formatur yang diketuai Bambang dan beranggotakan Nuri Hartono dan Taufik Yanuar.

Ketua PASI Kota Jogja definitif Bambang Dewanjaya mengatakan, selain agenda pemilihan pengurus baru, dalam Muskot tersebut juga menerima laporan pertanggungjawaban pengurus lama. Kemudian dilanjutkan dengan membahas program kerja 2016-2020. “Tim formatur juga Diamanti membentuk kepengurusan sebulan setelah Muskot,” ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin (29/12).

Setelah ditunjuk sebagai ketua Bambang berharap bisa menjalankan amanat sebaik mungkin. Selanjutnya ke depan untuk proses pembinaan atlet, dia akan membuat surat permohonan untuk dapat menggunakan fasilitas Stadion Mandala Krida. Ia mengetahui jika saat ini stadion tersebut dalam pemugaran. Namun setidaknya bisa digunakan di sela-sela proyek pembangunan. “Mungkin bisa seminggu sekali atau dua kali dengan 10-20 atlet. Sebab kalau di aspal tidak bisa diukur dan kaki atlet juga tidak kuat kalau terus menerus seperti itu,” imbuhnya.

Selain kondisi lapangan untuk latihan, pihaknya juga menyoroti pembinaan atlet. Ia berharap bisa ada kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Jogja dalam penggalian potensi atlet. Sebab 90 persen atlet usia muda berada di sekolah. Bentuknya bisa melalui lomba atletik tingkat SMP dan SMA untuk mencari bibit atlet yang belum tergali. “Sebab di sekolah sangat potensial. Kalau untuk pendanaan even kami siap bekerjasama dan berupaya agar bisa terlaksana,” sambungnya.

Selanjutnya, menghadapi Porda DIJ 2017 Pengkot PASI Kota Jogja menargetkan bisa merebut tiga medali emas. Sebab dengan persaingan yang fleksibel dengan daerah lain ia optimis mencapai target tersebut. “Untuk jarak pendek kami masih sangat optimis. Sebab kalau jarak menengah dan jauh persaingan antara Bantul dan Gunungkidul,” bebernya. (riz/din/ong)