RADARJOGJA.CO.ID-Klub tertua di Jogjakarta PSIM mulai berbenah menyongsong kompetisi tahun depan. Klub kebanggaan masyarakat di Jogjakarta itu mulai meniru manajemen professional seperti Persib Bandung. Apalagi, saat ini bola di DIJ sudah menjadi industri yang menguntungkan jika pengelolaan dengan benar.

Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menjelaskan, tahun depan, pihaknya akan mempersiapkan Laskar Mataram, julukan PSIM, lebih matang. Termasuk soal pendanaan Skuad Pangeran Biru.

“Kami sudah belajar dari beberapa klub profesional yang ada di Indonesia. Mereka bisa banyak menggaet sponsor karena dukungan penuh suporternya,” jelas Agung.

Perencanaan atau road map menuju PSIM yang professional tersebut, lanjut mantan Presiden Brajamusti ini, dengan memaksimalkan potensi ekonomi dari setiap laga PSIM. “Itu (bekerjasama dengan beberapa sponsor) akan menjadi target kami ke depan. Namun memang harus disiapkan dan secara matang,” ujarnya.

Tapi, Agung berharap, kompetisi musim depan, benar-benar jelas. Tak seperti selama ini, kompetisi yang kerap mandek di tengah jalan. Alhasil, pihaknya untuk menggaet sponsor pun juga mengalami kesulitan.

“Saya yakin, dengan kekuatan suporter, PSIM bisa untuk profesional. Apalagi, jika tahun depan sudah pindah ke Stadion Mandala Krida,” tandasnya.

Jika PSIM kembali menggunakan kandang kebanggaannya tersebut, peluang pendukung PSIM menyaksikan laga Sunni Hizbullah Cs lebih besar. Selain kapasitas yang meningkat menjadi 35 ribu, fasilitas stadion juga lebih nyaman.

Sebelumnya saat PSIM berkompetisi di ISC-B 2016, memang tidak ada sponsor yang terpampang di bagian depan jersey parang biru. Hanya ada logo apparel Kelme yang menjadi sponsor kit PSIM lalu. Jersey utama berwarna biru dengan gradasi warna dan ornamen batik terbukti banyak diminati suporter PSIM. (riz/eri)