RADARJOGJA.CO.ID – PURWOREJO-Masyarakat yang memiliki rencana menghabiskan malam tahun baru dan tanggal 1 Januari dengan memilih berada di obyek wisata pantai dihimbau meningkatkan kehati-hatiannya. Cuaca yang sulit diprediksi, beberapa waktu terakhir kondisi gelombang laut cukup tinggi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo tidak mendirikan posko secara khusus di Pantai Jatimalang. Keberadaan posko Natal dan Tahun Baru hanya dibuka di Kantor BPBD Purworejo, alasannya jelas, posisinya berada di tengah-tengah sementara ancaman bencana bisa dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.

“Untuk tahun ini, kami mengandalkan relawan bencana yang sudah mendapatkan pelatihan yakni dari Desa Jatimalang, Jatikontal dan Gendangan. Setiap desa kita melatih 20 orang dan kita harapkan siap saat mengamankan liburan di pantai sekitar mereka tinggal,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono melalui Kasi Kesiapsiagaan Edy Purwanto, kemarin (30/12).

Khusus Pantai Jatimalang, Edy memiliki pesan khusus kepada masyarakat yang hendak berkunjung dikarenakan di pantai tersebut menyimpang sejumlah lebeng atau palung yang posisinya tidak diketahui oleh pengunjung. Hal ini sangat berbahaya jika pengunjung tidak berhati-hati saat berada dekat di lokasi tersebut.

“Di Jatimalang itu banyak palung-palungnya yang tidak diketahui oleh wisatawan. Banyak orang yang datang, karena saking senangnya langsung mandi. Disitulah biasanya mereka terlena,” imbuh Edy.

Menghindarkan terjadinya laka laut, Edy menyarankan kepada pengunjung atau warga agar tidak mandi di pantai. Meskipun tampaknya bersahabat, gelombang pantai bisa sewaktu-waktu berubah dengan cepat.

“Ramalan cuaca sekarang berbeda dengan dahulu. Sekarang dirilis bisa sewaktu-waktu melihat keadaan yang ada, padahal dahulu bisa untuk beberapa hari. Makanya kalau bisa menghindarkan mandi di pantai,” katanya. (udi/ong)