RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Ditreskoba Polda DIJ bekerja sama dengan Badan narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ menggelar operasi cipta kondisi dini hari kemarin (30/12). Sasaran operasi adalah tempat-tempat hiburan malam dan rumah karaoke.

Hal itu guna memastikan perayaan pergantian tahun nanti malam tanpa narkoba dan minuman keras. Selain razia minuman beralkohol, petugas juga melakukan tes urine bagi para pengunjung tempat hiburan malam.

Tak kurang 156 botol minuman beralkohol berbagai merek disita petugas dari enam penjual ilegal. “Operasi digelar serentak se-Indonesia. Agar perayaan malam pergantian tahun aman dan terbebas dari mabuk-mabukan,” tegas Direskoba Kombes Pol Andria Martinus di sela operasi.

Beberapa rumah karaoke yang disambangi petugas, di antaranya, Hyperbox di kawasan Babasari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Di tempat ini, polisi mendapati sebuah mobil terparkir di halaman yang di dalamnya terdapat sejumlah miras. Belakangan, mobil tersebut diketahui milik Selvi Purnamasari. “Kami sempat akan seret mobilnya jika tidak kooperatif. Untung pemilik mau bekerjasama,” ungkapnya.

Operasi serupa juga digelar di wilayah Bantul dan Kulonprogo. Di dua wilayah ini petugas juga mendapati ratusan botol minuman beralkohol. Semua barang bukti ditemukan di lima rumah karaoke, yang tidak diizinkan menjual minuman keras dengan kadar alkohol di atas lima persen.

Di Bantul, petugas menyasar rumah karaoke Ngepet Rigading milik Lis Windarti; Karaoke Grogol 10, Parangtritis (Ibnu Yunianto); dan Warung Mira, Parangtritis milik Suparmi. Sedangkan di Kulonprogo, Karaoke SE milik Andri Budianto dan Karoke Mahkota yang dikelola Gustaf Arfianto. Semuanya memiliki dan menjual minuman beralkohol tanpa izin. “Mereka kami proses untuk didata,” jelas perwira polisi dengan tiga melati di pundak.

Selain memeriksa para pemilik minuman keras, polisi membekuk seorang Eko Rubiyanto, warga Pathuk, Gunungkidul. Pemuda 22 tahun itu kedapatan membawa pil Riklona di sebuah rumah karaoke di kawasan Janti. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti pil psikotropika itu sebanyak 7 butir.

Dari pengakuan pelaku, pil-pil tersebut untuk dinikmati sendiri. Kendati demikian, aparat menggelandang pemuda itu ke Mapolda DIJ guna menelusuri asal pil gendheng tersebut.

“Akan kami dalami. Pelaku bisa terjerat pasal 62 Undang-Undang No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika,” ungkap Andria.

Operasi cipta kondisi terus berlanjut hingga perayaan pergantian tahun malam ini. Serentak di lima kabupaten/kota di DIJ.

Kasubdit 3 Ditreskoba AKBP Gunawan menambahkan, tes urine pengunjung tempat hiburan malam hasilnya negatif.(bhn/yog/ong)