RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA-Dinas Perhubungan DIJ berharap ruas-ruas jalan di kawasan padat seperti Malioboro tidak dimanfaatkan sebagai lahan parkir selama musim liburan ini. Untuk itu, pengguna maupun juru parkir diharap dapat mematuhi peraturan yang ada, sehingga tidak perlu ada penertiban seperti penggembokan bagi yang masih ngeyel.

“Kalau pemkot meminta, kami akan lakukan penertiban. Kalau harus gembok ya gembok. Tapi tetap harus koordinasi bukan hanya dengan pemkot tapi juga dengan kepolisian,” ujar Kepala Donas Perhubungan DIJ Sigit Haryanta, kemarin (30/12).

Menurutnya, penertiban dilakukan bukan hanya karena sudah mengganggu, tetapi memang sudah ada regulasi yang mendukung yakni UU Lalu-lintas No.22/ 2009. Dalam regulasi tersebut disebutkan, parkir tidak boleh di pedestrian atau trotoar dan ruas jalan, kecuali di tempat-tempat yang dijadikan lahan patkir. Jadi, jika yang bukan peruntukkanya, harus ditertibkan.

Ditambahkannya, musim libur panjang seperti ini kapasitas parkir memang jadi terbatas. Sebab, demand dan kapasitasnya yang tidak imbang. Kondisi inilah yang terkadang dimanfaatkan petugas patkir dengan meningkatkan kapasitas parkiran. “Ya akibatnya ruas jalan jadi mengecil, dengan begitu menambah kemacetan. Selain itu juga ada yang mengalihfungsikan trotoar jadi lahan parkir,”ujarnya.

Pihaknya juga menghimbau bagi pengguna agar memanfaatkan fasilitas patkir yang sudah disiapkan, antara lain Taman Parkir Abu Bakar Ali dan stasiun Tugu. Dua lokasi itu yang memang paling dekat dengan kawasan Malioboro. “Jangan memaksakan di ruas jalan, karena selain jadi macet tarif juga lebih mahal. Beda dengan lahan parkir yang memang sudah disiapkan,”ujarnya.(dya/din/ong)