Cegah Kriminalitas, Polisi Giatkan Patroli

RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengeluarkan kebijakan strategis demi menjamin keamanan dan kenyamanan warga dan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jogjakarta. Kapolda melarang segala bentuk arak-arakan atau konvoi kendaraan dalam perayaan pergantian tahun nanti malam.

Polisi tak akan mentoleransi aksi konvoi guna menghindari perkelahian antarkelompok.

Kebijakan tersebut tentu bukan tanpa sebab. Menurut Dofiri, sejumlah aksi kekerasan jalanan seperti klithih biasanya berawal dari aksi konvoi kendaraan. “Kami akan kerahkan patroli untuk membubarkan konvoi-konvoi kendaraan,” tegas jenderal bintang satu itu kemarin (30/12).

Disebutkan, sejumlah titik yang kerap menjadi tempat arak-arakan kendaraan, di antaranya, kawasan Alun-Alun Utara Kota Jogja dan Stadion Mandala Krida. Sementara di Sleman, antisipasi difokuskan di wilayah Maguwoharjo dan Jalan Kaliurang. Sedangkan di Bantul di kawasan Stadion Sultan Agung dan Jalan Parangtritris. “Di tempat-tempat itu pengamanan maksimal untuk menghidari tindak kriminal,” kata Dofiri.

Bagi anggota klub motor yang akan merayakan pergantian tahun secara bersamaan diimbau tetap tertib selama berada di jalan. Dan tidak ugal-ugalan. Demikian pula anggota klub motor asal luar daerah yang akan merayakan pergantian tahun di Jogjakarta. Mereka diminta mentaati semua aturan lalu lintas. Termasuk melengkapi surat-surat berkendara.

BACA; 156 Lebih Botol Minuman Beralkohol Disita Menjelang Tahun Baru

Saat perayaan pergantian tahun malam ini Polda DIJ mengerahkan polisi lalu lintas dari berbagai kesatuan yang ada di setiap wilayah. Mereka akan berpatroli di wilayah hukum masing-masing. Untuk memantau kegiatan masyarakat dan potensi konvoi kendaraan.

Aparat kepolisian juga disiagakan di sejumlah titik rawan macet dan kecelakaan. Terutama di persimpangan jalan yang dilakukan pengalihan arus kendaraan.

Terkait pengaturan lalu lintas saat pergantian tahun, Dirlantas Polda DIJ AKBP Latif Usman menjelaskan, pengalihan arus kendaraan akan dilakukan berdasarkan kepadatan. “Kami akan berpatokan pada jalan-jalan yang ada di dalam kota,” ucapnya.

Ring pertama adalah kawasan Malioboro. Car free night diberlakukan sejak pukul 17.00. Kendaraan diarahkan ke lima titik parkir yang telah disiapkan. Yakni, Ngabean, Senopati, Taman Parkir Abubakar Ali, Stadion Kridosono, dan Gor Amongrogo.

Menurut Latif, kelima tempat parkir tersebut sudah mewakili empat pintu masuk menuju Kota Jogja. “Bila di jalan-jalan Jogja mulai padat, petugas yang ada di empat jalan penjuru pintu masuk kota akan melakukan pengalihan,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Sleman AKP Ahmad Hidayat memprediksi, arus lalu lintas akan sangat padat di seluruh jalan di Sleman. Khususnya, di Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Jalan Kaliurang, serta sepanjang Ring Road Utara.

“Rekayasa lalu lintas kami monitor dari kota. Jika terjadi kemacetan, arus kea rah kota akan dialihkan,” paparnya.

Dicontohkan, arus kendaraan dari Jalan Magelang arah utara. Kendaraan dialihkan ke jalur barat atau timur ring road.(bhn/yog/ong)