RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Keseriusan Pemkot Jogja di bidang pendidikan patut dipertanyakan. Sebab, sesuai rekomendasi Gubernur DIJ, Pemkot Jogja diminta memotong anggaran belanja pegawai pada APBD 2017. Untuk menyiasati hal itu, anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) justru yang paling banyak dipotong.

Dari dokumen rekapitulasi Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) 2017, sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Gubernur DIJ terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2017, jumlah anggaran yang dipotong memang turun. Dari sebelumnya Rp 150 miliar menjadi Rp 67,73 miliar. Dari sejumlah pemangkasan anggaran, alokasi di Disdik dipotong Rp14,137 miliar. Dengan begitu, Disdik hanya akan mengelola anggaran pendidikan Rp 138,603 miliar. Dari alokasi awal Rp 152,740 miliar.

Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Santoso Asrori mengatakan, pos anggaran yang dipotong, di antaranya, kegiatan pertukaran pelajar lintas daerah, penghapusan pengadaan seragam batik, dan pengurangan jaminan pendidikan daerah (JPD). Juga pengurangan dana pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. “Anggaran rapat dan konsumsi juga dipotong. Sudah kesepakatan bersama DPRD,” ungkap kemarin (30/12).

Hasil kesepakatan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Jogja dan Badan Anggaran DPRD setempat, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain yang juga mengalami pemangkasan anggaran adalah Dinas Kesehatan. Pemangkasan mencapai Rp 5,773 miliar. Demikian pula di Sekretariat DPRD, yang dipotong Rp 5,421 miiar. Kemudian Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Rp 4,77 miliar, Badan Lingkungan Hidup Rp 2,134 miliar, dan Satpol PP atau Dinas Ketertiban Rp 2,559 miliar.

Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Jogja Sujanarko mengatakan, penurunan anggaran yang dipotong tersebut karena perhitungan ulang atas prediksi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) 2016 yang mencapai Rp 133,8 miliar, dari sebelumnya Rp 201,5 miliar. Menurut dia, pemotongan anggaran tetap mengacu pada koreksi gubernur DIJ. Yakni, pada pos anggaran untuk honorarium, perjalanan dinas atau kunjungan kerja (kunker), serta belanja jasa lainnya. “Kami juga memangkas anggaran kunjungan kerja hingga Rp 4,2 miliar,” katanya.

Anggota Badan Anggaran Nasrul Khoiri menambahkan, pemotongan anggaran di Disdik Kota Jogja sudah melalui perhitungan matang. Menurutnya, pemangkasan anggaran tidak sampai menyentuh program kegiatan langsung kepada para pelajar. “Pengurangan anggaran hanya menyasar kegiatan kelembagaan di Dinas Pendidikan,” ungkapnya. (pra/yog/ong)