RADARJOGJA.CO.ID – Belasan bangunan milik Pemkab Kulonprogo di sisi barat Pos Polair Pedukuhan Macanan, Desa Glagah, Temon dirobohkan petugas kemarin. Perobohan dilakukan karena bangunan-bangunan tersebut kini masuk zona sempadan pantai dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) bandara baru.

“Hari ini (kemarin) kami melakukan penghapusan aset milik Pemkab Kulonprogo. Ada kios, toilet, sumur dan jalan setapak lingkungan. Sesuai Perda 1/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo, areal sempadan pantai itu 100 meter dari bibir pantai terluar. Bangunan ini kini sudah tidak memenuhi sarat lagi alias tidak aman,” kata Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono di sela pembongkaran.

Dijelaskan, selain berada di sempadan pantai, posisi bangunan tersebut juga berada di sisi selatan runway bandara , atau masuk zonasi Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Karena masuk zonasi itu, maka bangunan ini akan menganggau keselamatan penerbangan. “Kami (Pemkab Kulonprogo) memberikan contoh, bangunan yang tidak memenuhi syarat harus dirobohkan,” kata Budi.

Ditegaskan, di area sempandan Pantai Glagah kini juga muncul bangunan baru. Sedikitnya 15 bangunan berdiri di atas zona sempadan pantai. Terkait hal itu, pemkab sudah memasang papan larangan mendirikan bangunan, dan melayangkan surat peringatan.

Dari 15 pemilik bangunan baru tersebut, ternyata hanya satu yang menghentikan pembangunan. Sisanya masih melakukan pembangunan. Setelah Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2 dilayangkan, pekan depan akan disusulkan SP 3. Artinya, seluruh bangunan di yang berdiri diatas sepadan pantai tidak diperbolehkan.

Dilindungi UU, pemkab akan tetap melakukan penertiban jika regulasi itu tidak diindahkan. Minggu depan pemkab akan layangkan SP 3, setelah itu dievaluasi.

”Hasil komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) bangunan di sini juga tidak memiliki IMB, artinya belum ada usulan terkait dengan izin mendirikan bangunan,” kata Budi.

Kepala Desa Glagah Agus Parmono menambahkan, penghapusan aset ini bisa dimaknai Pemkab Kulonprogo tengah memberikan contoh . Setidaknya sebelum melakukan penertiban, pemkab merobohkan bangunan aset pemkab terlebih dahulu.

“Kalau hasil rapat, semua bangunan yang ada di sepadan pantai Glagah akan dirobohkan. Sebelumnya Pemkab sudah memasang papan peringatan, tetapi masyarakat nekad,” imbuhnya.

Salah seorang warga pemilik bangunan di sempadan Pantai Glagah Suyono menyatakan sebelum mendirikan bangunan dia sebetulnya khawatir. Namun karena tidak ada pilihan dan sudah terlanjur basah , dia bertekat meneruskan pembangunan.

“Kami memohon pemerintah mengerti keadaan kami. Terlebih kami juga warga terdampak bandara dan selama ini juga mendukung rencana pembangunan bandara. Saya tidak punya rumah dan lahan pekerjaan. Uang ganti rugi juga sudah habis untuk pembangunan ini,” kata Suyono.

Dia meminta kejelasan , apa alasan pemkab melakukan penggusuran. Jika untuk pengembangan wisata, warga menilai selama ini warga juga ikut membantu pengembangan Pantai Glagah. Tanpa dukungan warga, pariwisata juga tidak akan berjalan.

”Setahu saya ini lahan PAG, kita berani mendirikan bangunan karena dulu pemkab juga membuat kios-kios untuk wisata. Sekitar 1990 saya beli lahan ini. Di sini ada sekitar 10 bangunan yang sudah beridiri,” kata Suyono. (tom/iwa/mar)