OBITUARI
SLEMAN – Keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berduka. Politikus kawakan H. Abdurrachman yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP DIJ versi Romahurmuziy, meninggal dunia pada Minggu (5/2) dinihari sekitar pukul 01.00.
Abdurrachman meninggal diduga karena serangan jantung. “Informasi dari istrinya pada dinihari tiba-tiba merasakan dadaknya sesak. Mau dibawa ke RS JIH atau RS Bethesda jarahknya jauh. Yang terdekat RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, almarhum terus mengucapkan istigfar,” cerita George BL. Panggabaean, salah seorang sahabat almarhum di rumah duka kemarin (5/2).
Abdurrachman yang akrab disapa Herman ini merupakan sejawat George. Keduanya pernah sama-sama menjadi anggota DPRD DIJ selama beberapa periode. “Saya berkawan dengan Abdurrachman sejak periode 1992-1997 dan 1999-2004,” kenang politikus senior Partai Golkar ini.
George dan Herman kali terakhir bertemu pada Jumat (27/1) malam. Bersama beberapa anggota DPRD DIJ periode 1999-2004 mengadakan reuni di Museum Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Bantul.
Reuni juga dihadiri H. Nasrullah Krisnam, Ahmad Subagyo, Imam Samroni, Ellya Totok Sujianto, dan Slamet Saiful Muslimin. Bertindak sebagai tuan rumah Gatot Nugroho, mantan kader PNI Front Marhaenis yang sekarang menjadi pengelola Museum Soeharto.
“Reuni itu sebagai upaya mempererat silaturahmi,” ucap Ahmad Subagyo salah satu penggagas acara itu. Sedianya setelah pertemuan di Museum Soeharto diteruskan ke Gunungkidul.
Mantan anggota dewan yang punya grup WhatsApp (WA) bertajuk Malioboro-54 itu hendak anjangsana dengan kolega mereka, Immawan Wahyudi yang saat ini menjabat wakil bupati Gunungkidul. Acaranya diagendakan Maret mendatang. Malam itu Herman termasuk yang antusias untuk menghubungi Immawan. “Nanti Immawan saya kontaknya. Kita reuni karena lama nggak ketemu,” ucap Herman menjelang acara selesai.
Manusia boleh merencanakan, tapi Tuhan berkehendak lain. Herman telah lebih dulu dipanggil menghadap Sang Khalik sebelum reuni berlangsung.
Immawan yang malam itu batal menghadiri reuni, kemarin turut melayat ke rumah Herman di Dusun Sodanten, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Wakil bupati dua periode itu ikut memberikan sambutan mewakili rekan-rekan almarhum semasa bertugas sebagai wakil rakyat. Sebelum menjadi wakil bupati, Immawan juga menjadi anggota DPRD DIJ periode 1999-2004 dan 2004-2009.
“Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Semoga teman seperjuangan Herman Abdurrachman husnul khatimah diampuni semua kesalahannya dan diterima amal ibadahnya,” ucap mantan Sekprov DIJ Bambang Susanto Priyohadi (BSP) melalui pesan grup WA.
Selain Immawan, tampak melayat ke rumah duka Wali Kota Jogja periode 2001-2011 Herry Zudianto, Kepala DPPA DIJ Bambang Wisnu Handoyo, mantan Sekwan DPRD DIJ Bambang Raharjo dan sejumlah nama lainnya.
“Saya lihat terakhir Pak Herman Sabtu (4/2) siang di Jogja City Mall (JCM) saat dengan putri beliau. Saya nggak sempat menyapa beliau. Wajah beliau saat itu semringah dan banyak senyum dengan putrinya,” cerita staf Setwan DPRD DIJ Christina Gunarti yang cukup lama mengenal sosok almarhum semasa menjadi wakil rakyat. (kus/laz/mg1)