SLEMAN – Inilah akibatnya jika remaja tak mau belajar pendidikan karakter bagi diri sendiri. Ana, 19, perempuan yatim-piatu asal Temanggung, Jawa Tengah itu nekat menjalani hari-harinya dengan mencuri di tempat kos-kosan. Sepeda motor yang diparkir sembarangan menjadi sasaran utamanya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagian uang hasil curian untuk membeli nisan yang akan dipasang di makam ibunya.
Kini, gadis berkulit sawo matang itu harus mendekam di sel Mapolsek Godean setelah ditangkap aparat karena
mencuri dua unit sepeda motor milik teman dan pemilik kos di Pandean, Sidokarto, Godean. Bahkan, di tempat kos tersebut Ana juga mencuri perhiasan.
Kapolsek Godean Kompol Supardi mengatakan, sepeda motor tersebut saat pemilik memarkirnya di dalam rumah. Namun, kunci kontak masih dalam kondisi tergantung di motor. Sedangkan motor lain dicuri dengan cara merusak lubang kunci.
“Masing-masing motor dijual ke teman pelaku di Temanggung dengan harga Rp 2,8 juta dan Rp 3 juta,” ungkap Supardi kemarin (9/2).
Akibat ulahnya, Ana diancam pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Dari hasil pemeriksaan, Ana mengaku ditinggal bapaknya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat SMP giliran ibunya meninggal dunia.
Ana sebelumnya tinggal bersama keluarga dari orang tuanya. Namun, orang tua asuhnya kuwalahan menjaganya. Ana lantas dilepas begitu saja setelah dikeluarkan dari sebuah SMK di Godean. “Pelaku ini lantas hidup mandiri,” jelasnya.
Mencuri sepeda motor ternyata bukanlah aksi pertama Ana. Dia mengaku pernah mencuri di daerah lain. Modusnya seragam. Ana berpura-pura menyewa kamar kos yang menjadi sasarannya. Di situlah dia beraksi. “Jadi dia punya tempat kos banyak,” ungkap Kanit Reskrim AKP Darban.
Darban menengarai, Ana memiliki kebiasaan mencuri lantaran salah pergaulan saat masih tinggal di Temanggung. Kehilangan orang tua menjadikannya sosok kurang perhatian. (bhn/yog/mg1)