GUNUNGKIDUL – Turnamen Piala Presiden 2017 diwarnai aksi tidak terpuji. Suporter asal Gunungkidul bentrok. Dalam insiden itu, satu unit sepeda motor dirusak. Mereka yang diduga terlibat aksi sempat diamankan oleh polisi.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian berawal saat kedua kontra suporter pulang usai menyaksikan Piala Presiden, Kamis (10/2) malam. Kedua rombongan superter ketika sampai di Sambi Pitu, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, bertemu.
Mereka terlibat adu mulut dan berujung perselisihan. Kedua kelompok massa itu kemudian kejar-kejaran dengan sepeda motor. Ketika sampai di wilayah Desa Gading, Kecamatan Playen, perselisihan pecah. Puncaknya, sepeda motor salah satu suporter dirusak dan dibuang ke selokan.
Pihak korban yang notabene masih pelajar, langsung menyelamatkan diri menuju Mapolsek Playen. Karena situasi tidak kondusif, petugas dari Polres Gunungkidul diterjunkan. Anggota polisi kemudian bergegas melakukan upaya pengamanan.
“Kami tidak mau ambil risiko. Karena ada kemungkinan terjadi pengerahan massa untuk mendatangi polsek, kami berkoordinasi dengan polres,” kata Waka Polsek Playen Teguh kemarin (10/2).
Malam itu, kata Teguh, sejumlah remaja diamankan hingga situasi kondusif. Setelah kondisi memungkinkan, sekelompok suporter yang sempat diinterogasi petugas dipulangkan ke rumah masing-masing dengan dikawal anggota dari Polsek Playen dan Satuan Shabara Polres Gungkidul.
Disinggung mengenai dampak dari keributan, Teguh mengakui ada kerusakan satu unit sepeda motor. Bagian depan kendaraan roda dua itu karena dibuang ke saluran air. “Benar terjadi perusakan satu unit sepeda motor, namun tidak ada penganiayaan,” ujarnya.
Hingga kini pihaknya juga masih melakukan penelusuran terkait pelaku perusakan. Petugas diterjunkan untuk melakukan kroscek dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga kemarin petugas pelum menemukan pelaku. “Kasus ini masih kami selidiki,” ucapnya. (gun/laz/mg1)