RADARJOGJA.CO.ID Tujuh kecamatan di Kulonprogo menjadi wilayah ujicoba pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. BPNT menggantikan bantuan beras miskin (raskin).

Kepala Bulog Subdivre Jogjakarta Miftahul Adha mengatakan, BPNT dilaksanakan 23 Februari 2017. Program tersebut juga diujicobakan di 40 kota dan enam kabupaten seluruh Indonesia.

“Raskin atau rastra dinilai kurang tepat sasaran dan kurang terkontrol,” kata Miftahul.

Program BPNT diharapkan bisa lebih tepat sasaran sebagai salah satu pilihan nutrisi. Bantuan tidak berbentuk uang, melainkan bahan pokok seperti beras dan gula pasir.

Barangnya disediakan Bulog, distribusi ke keluarga penerima manfaat (KPM) dilakukan unit-unit Sahabat RPK (Rumah Pangan Kita). RPK sebagai agen distribusi Bulog serta agen 46 yang merupakan outlet Lakupandai dari Bank BNI.

Di Kulonprogo jumlah Sahabat RPK 50 buah sedangkan agen 46 berjumlah 134. Masing-masing penerima diberi Rp110.000, terdiri 10 kilogram beras dan 2 kilogram gula pasir.

KPM diharapkan bisa menebus logistik kebutuhannya dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dari Bulog yakni Rp 12.500 per kilogram gula dan beras Rp 8.500 per kilogram. Tiap agen distribusi BPNT diwajibkan mengikuti ketentuan HET.

“Dengan pola seperti ini diharapkan bantuan tepat sasaran dan terkontrol. Agen yang ditunjuk sebagai penyalur saya ingatkan jangan menjual kebutuhan di atas HET,” kata Miftahul.

Kepala Dinas Sosial Kulonprogo Eka Pranyata mengatakan program BPNT di Kulonprogo akan diujicobakan di Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, dan Pengasih. Jumlah penerima 27.848 KPM dan hanya akan disalurkan kepada penerima bersangkutan yang telah terdata.

“Harapan kami, semakin banyaknya program penanggulangan kemiskinan dari pemerintah. Maka akan semakin cepat perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap Eka. (tom/iwa/mar)