HASIL hitung tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan formulir C1 yang diunggah di https://pilkada2017.kpu.go.id hingga pukul 21.03 sudah 100 persen. Hasil sementara menunjukkan pasangan Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi (HS-HP) memimpin.

Dari data yang diunggah tersebut, keduanya hanya terpaut 0,6 persen atau 1.189 suara saja. Pasangan calon (paslon) nomor urut dua HS-HP mendapatkan perolehan suara 100.332 suara berbanding 99.143 suara milik paslon Imam Priyono dan Achmad Fadli (IP-Fadli).

Dari data yang diunggah tersebut, kedua paslon sama-sama menang di tujuh kecamatan dari 14 kecamatan di Kota Jogja. Paslon IP-Fadli meraih suara terbanyak di Danurejan, Gedongtengen, Gondokusuman, Gondomanan, Jetis, Tegalrejo, dan Pakulaman. Sedang paslon HS-HP terbanyak di Kotagede, Kraton, Mantrijeron, Mergangsan, Ngampilan, Umbulharjo, dan Wirobrajan.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto mengatakan, unggahan form C1 dari tiap TPS itu bukan hasil akhir. Unggahan hasil C1 ke website KPU RI itu untuk menunjukkan transparansi dalam penghitungan surat suara di Kota Jogja.

“Tapi itu bukan hasil akhir, hanya sementara, proses rekapitulasi sekarang sedang berlangsung di PPK,” ujarnya kemarin (16/2).

Sementara itu, tim pemenangan paslon hingga kemarin masih meyakini kemenangan paslon yang didukungnya.

Ketua Tim pemenangan paslon IP-Fadli, Danang Rudiyatmoko, masih meyakini IP-Fadli mendapat perolehan suara terbanyak dalam Pilwali Kota Jogja 2017, meski dengan selisih suara yang tidak banyak.

Rilis terakhir dari tim pemenangan IP-Fadli memperoleh suara sebanyak 105.915 suara atau 51,43 persen, unggul dari pasangan HS-HP yang memperoleh 100.027 suara atau 48,57 persen. “Hitungan kami masih unggul meski secara angka psikologis harus cermat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Steering Committee tim pemenangan HS-HP, Muhammad Sofyan, juga merilis hasil akhir real count tim pemenangan HS-HP di 794 TPS. Hasilnya, paslon IP-Fadli memperoleh 98.463 suara atau 49,62 suara, sedang paslon HS-HP meraih 99.981 suara atau 50,38 persen.

“Selisihnya memang ketat, tapi ini pilwali hanya menang satu suara saja ya menang,” ujarnya.

Sofyan juga menegaskan hasil yang mereka sampaikan tersebut bukan merupakan hasil hitung cepat dengan sampling error. Tapi, berdasarkan laporan langsung dari para saksi di TPS.

“Kalau masih pakai quick count ketinggalan berita,” sindirnya.

Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan hingga 22 Februari

Hasil scan dan entry data formulir model C1 atau rincian hasil perhitungan perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang diunggah ke website KPU RI menjadi wujud transparansi perhitungan suara. Hingga Kamis (16/2) atau sehari setelah pencoblosan petugas KPU Kota Jogja masih mengunggah data ke website tersebut.

“Kemarin (Selasa 15/2) kami mulai pukul 17.00,” ujar salah seorang petugas KPU Kota Jogja Luki ketika ditemui di ruang Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Kota Jogja, kemarin (16/2).

Total terdapat sebelas petugas yang bertugas melakukan scan dan entry data formulir C1. “Kemarin sampai pukul 24.00, sampai pagi ini gantian,” sambungnya.

Semua formulir C1 dari 794 TPS sejak Selasa sore sudah masuk ke KPU Kota Jogja dan langsung di-scan untuk kemudian dikirimkan ke https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil.

Menurut Komisioner KPU Kota Jogja Aris Munandar, untuk meng-upload data ke server KPU RI bukan perkara mudah. “Untuk scan tidak ada masalah, cuma untuk upload harus sabar karena juga melayani 101 daerah yang mengadakan Pilkada Serentak 2017,” ujarnya.

Aris mengatakan, hasil scan dan entry data C1 tersebut bukan merupakan hasil resmi dari KPU, meski datanya berasal dari C1 di tiap TPS.

Hal itu juga jelas tertulis di dalam website, “Data hHsil Pilkada Berdasarkan Entry Data Model C1 Merupakan Hasil Sementara dan Bukan Hasil Final. Jika Terdapat Kesalahan dalam Model C1 Akan Dilakukan Perbaikan pada Proses Rekapitulasi Ditingkat Atasnya.”

Menurut Aris, disebut hasil sementara karena dimungkinkan terjadinya kesalahan dalam penulisan di C1. Dirinya mencontohkan, seperti untuk penulisan angka 0 dan 8 yang kadang mirip penulisannya. “Yang ditampilkan ini kan hanya bentuk transparansi,” ungkapnya.

Sesuai peraturan untuk proses rekapitulasi di tingkat kecamatan akan dilakukan pada 16-22 Februari. Sedangkan di tingkat kota akan digelar pada 22-24 Februari. Sebagian besar PPK sudah mulai melakukan perhitungan kemarin. (pra/ila/mg2)