Para orang tua sering mengeluhkan suara grok-grok yang terdengar saat bayi mereka bernapas dalam keseharian. Terutama saat bayi tertidur. Suara napas itu memang tak biasa. Namun, jika hal itu terjadi Anda tidak perlu khawatir atau panik. Hal itu bukan karena jalan napas bayi tak dibersihkan dengan benar saat lahir. Sebab, jika saluran pernapasan bayi tidak bersih saat pertolongan kelahiran, bayi justru akan sesak hebat. Dan mungkin tidak bisa bertahan hidup.

Napas bersuara grok-grok tidaklah berbahaya. Suara itu timbul karena adanya lendir yang banyak di saluran napas bayi dan anak.

Perlu diketahui bahwa dalam keadaan normal dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang salah fungsi utamanya sebagai sistem pertahanan tubuh. Cairan lendir akan memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup dan berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas. Lendir ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut bersihan mukosilier ( mucociliary clearance). Mucociliary clearance ini seperti petugas cleaning service dalam saluran napas.

Pada bayi baru lahir “petugas kebersihan” ini belum terampil dalam melaksanakan tugas. Sehingga lendir masih tersisa dalam saluran napas bayi. Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada pasien yang mempunyai alergi dalam keluarga keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila bayi mempunyai kecenderungan alergi di saluran napas, produksi lendir akan lebih banyak. Dengan begitu, bersihan mukosiliernya makin kewalahan, sehingga suara grok-grok terdengar lebih keras. Keadaan ini diperparah bila ada hal-hal tertentu yang merangasang produksi lendir lebih banyak lagi. Misalnya asap rokok, bulu binatang, dan debu atau tungau rumah.

Nah, hal-hal yang perlu dilakukan demi mencegah timbulnya suara grok-grok pada napas bayi adalah mencari kemungkinan adanya sesuatu yang dapat memperparah kondisi itu. Usahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.(*/mg2)