JOGJA – Manajemen PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) optimistis tumbuh pesat meski baru terbentuk. Potensi Bumiputera dan strateginya menjadi alasan pertumbuhan tersebut.

Hingga akhir 2017 PT AJB diyakini meraih pertumbuhan premi bisnis baru 20-25 persen dari perolehan pada 2016 Rp 1,2 triliun. Sebelumnya, perusahaan ini di bawah bendera Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB).

“Prioritas utama meningkatkan etos kerja dan kompetensi karyawan. Kami juga memperkuat proses bisnis dalam rangka meningkatkan pelayanan pada nasabah dan agen, serta memastikan 25 ribu agen Bumiputera tetap produktif,” kata Direktur Utama PT AJB Wiroyo Karsono, kemarin (19/2).

PT AJB diluncurkan di Jakarta 12 Februari 2017. Bertepatan dengan peringatan 105 tahun AJBB.

Sebagai nahkoda PT AJB, Wiroyo didampingi dua direksi lain. Yakni, Rully Safari (Direktur SDM dan Umum) dan Lina Bong (Direktur Operasi dan Marketing). PT AJB merupakan bagian dari program restrukturisasi AJBB yang dilakukan pengelola statute bentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wiroyo menegaskan PT AJB memiliki potensi luar biasa karena memiliki modal 25 ribu agen produktif. Jaringan 365 kantor cabang, brand kuat untuk pasar menengah di rural area, dan semangat kebangsaan kental.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengapresiasi terbentuknya PT AJB. Terbentuknya PT AJB, diharapkan akses permodalan bisa ditingkatkan.

Koordinator Pengelola Statuter AJBB Didi Achdijat yakin, PT AJB akan memberi warna bisnis asuransi di Indonesia. Sebagai perusahaan baru, PT AJB bakal merajai bisnis asuransi di Tanah Air. (*/hes/iwa/mg2)