PURWOREJO – Raihan Afariswara, 13, warga Perumahan Mranti, Kecamatan Purworejo, yang tenggelam saat mandi di Pantai Ketawang, Minggu (19/2), belum ditemukan hingga kemarin (21/2). Pencarian melibatkan puluhan relawan dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta warga.

Petugas BPBD Purworejo Imam Tjiptadi mengatakan, korban tergulung ombak saat mendatangi objek wisata di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Minggu (19/2) sekitar pukul 14.30. Sempat terlihat, upaya warga memberikan pertolongan terkendala tingginya ombak.
“Tidak lama setelah diketahui terbawa ombak, sebenarnya korban sempat terlihat. Tapi warga tidak berani mengambil risiko dan berusaha melemparkan tali ke arah korban tapi gagal,” tambah Imam.
Diakui, besarnya ombak menjadi kendala utama proses pencarian terhadap korban. Upaya yang dilakukan adalah menyisir sepanjang pantai ke dua arah yang berbeda.
“Relawan yang mencari cukup banyak. Lebih dari 50 orang,” katanya. Dua hari terakhir, cuaca cukup baik di mana ombak sudah tenang. Dimungkinkan posisi korban masih berada di dalam air dan akan muncul ke permukaan setelah 3 x 24 jam.
Kemungkinan korban terbenam dalam pasir, Imam memiliki perkiraan yang berbeda. Ditilik dari jenis ombak yang ada tidak membawa pasir. “Jadi kecil kemungkinan korban berada di bawah pasir,” katanya.
Upaya pencarian akan dilakukan selama empat hari. Selebihnya akan dilakukan pantauan yang melibatkan warga sekitar. “Pencarian dihentikan tapi kami tetap siaga. Info dari masyarakat akan sangat berperan dan kami segera turun ke lapangan jika ada info yang masuk,” tambah Imam. (udi/laz/mg1)