RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Program Bantuan Non Tunai (PBNT) sebagai pengganti beras sejahtera (Rastra) mulai berlaku di Kota Jogja. Untuk sementara baru untuk 3.194 rumah tangga di tiga kecamatan yang mendapat e-money bagi keluarga penerima manfaat (KPM) layaknya kartu ATM untuk membeli kebutuhan pokok.

“Kartu ini ada PIN-nya (Personal Identification Number) ibu-ibu, jangan sampai lupa atau orang lain yang tahu,” ujar Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo saat peluncuran PBNT di Rumah Pangan Kita (RPK) Cahaya Abadi di Blunyahrejo , Tegalrejo, kemarin (23/2).

Dengan KKS, tiap KK akan mendapat bantuan sebesar Rp 110 ribu per bulan yang bisa digunakan untuk berbelanja di RPK.

Sulistyo mengatakan, perubahan dari Rastra ke PBNT tersebut karena selama ini penyalurannya dinilai tidak tepat sasaran.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setprov DIJ itu mencontohkan dalam pengambilan Rastra harus diambil sendiri, yang artinya menambah ongkos. Ditambah jika di jalan bertemu tetangga yang tidak mendapat Rastra bisa menimbulkan perasaan tidak enak. “Akhirnya dibagi rata. Itu jadi temuan BPK karena harusnya untuk yang menerima saja,” ujarnya.

Sulistiyo menambahkan, PBNT dengan kartu tersebut sekaligus untuk edukasi layanan perbankan ke masyarakat. Selain untuk transaksi di RPK, kartu yang dikeluarkan BNI tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan perbankan lainnya.

Kepala Bidang Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divre DIJ Mulyanta mengatakan, pada tahap awal ini baru 3.194 KK di Kecamatan Tegalrejo, Ngampilan, dan Pakualaman.

Total terdapat 17.572 KK di Kota Jogja yang menjadi KPM BPNT. Setiap keluarga akan menerima bantuan Rp 110 ribu per bulan yang ditransferkan langsung ke penerima melalui kartu elektronik.

Di Kota Jogja sementara baru terdapat 12 RPK yang melayani. Sementara bahan yang dilayani berupa beras dan gula. “Nantinya juga aka nada minyak maupun telur,” jelas Mulyanta. (pra/ila)