RADARJOGJA.CO.ID – Jaringan internet dan server ngadat mewarnai simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di wilayah Sleman dan Bantul. Hal itu tentu tak diharapkan terjadi saat UNBK sungguhan. Agar tak menimbulkan kericuhan. Seperti saat simulasi di SMPN 3 Kalasan, Senin (27/2).

Gara-gara server down, simulasi diundur hingga 45 menit.

Kondisi di Bantul lebih parah lagi. Dalam simulasi UNBK serentak yang digelar dinas pemuda dan olahraga (Disdikpora) tiga sekolah bahkan tak terkoneksi ke server Puspendik. Yakni, SMPN 1 Sanden, SMPN 2 Kretek, serta MTs N Dlingo. Akibatnya, para siswa mengisi persiapan UNBK dengan menggarap soal secara offline.

Proktor SMPN 3 Kalasan Akhyari menuturkan, kendala terdeteksi saat awal login. Saat itu semua peserta UNBK tidak bisa memasukan token.

“Hanya yang di ruangan komputer yang mati. Aplikasi sempat tidak mau jalan. Sementara computer di ruang satunya lancar,” ujar Akhyari.

Macetnya server menjadi bahan evaluasi panitia. Itu sekaligus menunjukkan titik lemah pelaksanaan UNBK. Dia berharap kasus serupa tak terulang.

“Simulasi memang untuk mengetahui optimalisasi sistem dan perangkat. Siswa juga kami minta tidak panik karena ada teknisi dan proktor,” lanjutnya.

Ngadat-nya server juga menjadi perhatian serius Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono. Dia berniat mengirim semua catatan kendala ke pusat. Baik sistem maupun teknis pelaksanaan UNBK.

“Paling utama saat sesi sinkronisasi dengan pusat. Untuk mengimbangi kami juga memberikan pelatihan ke proktor dan teknisi. Agar saat UNBK nanti tidak ada kendala,” jelasnya. (dwi/hes)