RADARJOGJA.CO.ID – Kasus tuberkulosis (TBC) di Gunungkidul cukup tinggi. Namun, meski penyakit menular paru-paru tersebut berbahaya, kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan masih rendah.

“Dari 414 warga positif terjangkit TBC, hanya 165 orang yang melakukan pengobatan secara rutin,” kata Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia Cabang Gunungkidul, di Wonosari, Eko Subiantoro, Senin (3/4).

Kesadaran warga penderita TBC harus ditingkatkan. Selain terus menerus melakukan sosialisasi di berbagai desa dan kecamatan, pihaknya juga mengadakan gerakan “ketuk pintu” ke warga yang selama ini terduga untuk deteksi dini penyakit TBC.

“Gerakan ketuk pintu merupakan upaya jemput bola. Warga yang selama ini terduga TBC kami ajak berobat rutin secara gratis,” ujar Eko Subiantoro.

Eko berharap, langkah demikian bisa menggiring warga untuk melakukan pengobatan rutin, sehingga tuntas dan bisa tertangani. Tidak kalah penting, mantan Sekwan DPD Gunungkidul ini meminta kepada masyarakat agar tidak mengucilkan penderita TBC.

“Nah, melalui gerakan masyarakat bebas TBC, dapat ditemukan kasus TBC dan bisa diobati sampai tuntas,” kata Eko Subiantoro.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mendukung penuh berbagai upaya pemberantasan tuberkulosis. Selain pengobatan secara intensif dan tuntas, pihaknya menekankan pola hidup bersih dan sehat.

“Yang belum terjangkit harus selalu waspada dengan melakukan pemeriksaan diri jika memiliki gejala,” kata Badingah. (gun/mar)