RADARJOGJA.CO.ID – PURWOREJO – Beberapa SMP terpaksa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di luar sekolah. Mereka memanfaatkan sekolah-sekolah menengah atas atau kejuruan karena terbatasnya sarana komputer yang dimiliki.

Seperti halnya SMPN 4 Purworejo yang seluruh peserta UNBK melakukan ujian di SMK Taman Karya Madya (TKM) Purworejo. Hal ini tidak mengganggu ujian siswa karena sejak awal telah disosiaslisasikan.

“Komputer kami tidak memadai dan mencukupi untuk melaksanakan ujian di sekolah. Sebenarnya tidak hanya kami, SMP yang lain juga melakukan hal seperti ini,” kata Kepala SMPN 4 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas saat berada di SMK TKM Purworejo, kemarin (2/5).

Sementara itu, pelaksanaan ujian nasional di Kabupaten Purworejo dilakukan dengan dua model yakni UNBK dan ujian nasional kertas pensil (UNKP). Dari total 11.622 peserta ujian, sekitar 5.250 menggunakan komputer dan sisanya masih manual.

“Petunjuk dari pusat memang tidak mengharuskan sekolah harus melakukan UNBK. Kalau memang infrastrukturnya ada, ya dipersilakan. Kalau tidak, ya melaksanakan UNKP,” kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo Ery Prayitno.

Dari total 86 SMP yang melaksanakan ujian, baru 34 SMP/MTs di Purworejo yang menggelar UNBK, sementara 72 sekolah melaksanakan UNKP.”Yang UNBK hanya sembilan yang sudah mandiri, sementara 25 sekolah menginduk di sejumlah SMA atau SMK,” tambahnya.

Diharapkan dalam pelaksanaan selanjutnya seluruh sekolah telah siap, sehingga jumlah peserta UNKP akan terus berkurang. “Kami memiliki lima sekolah sub rayon sebagai tempat penyimpanan soal,” tambah Ery.

Soal ujian baru diberikan ke sekolah pada pagi hari menjelang pelaksanaan ujian sesuai jadwal yang ada. (udi/laz/ong)