RADARJOGJA.CO.ID – Warga Tayuban, Kecamatan Panjatan dikejutkan aksi Ariyanto, 7. Dia memanjat menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di desa setempat, Selasa (2/5). Diduga bocah berkebutuhan khusus tersebut terlepas dari pengawasan neneknya, Lanjar, 60, warga Pedukuhan VI, Bojong, Kecamatan Panjatan saat merumput di sawah.

Warga dibantu anggota Polsek Panjatan dan Polres Kulonprogo membujuk Ariyanto untuk turun. “Ari (sapaan Ariyanto) itu siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Kulonprogo. Komunikasinya memang agak sulit, sehingga untuk membujuknya turun agak lama,” kata saksi mata Tegar, warga Panjatan di lokasi kejadian.

Warga lain, Sunar Wibowo mengatakan setelah didekati, korban mau turun dan dievakuasi menggunakan tali serta perlengkapan panjat lain. Korban bertahan di menara sutet sekitar tiga jam. “Evakuasi lancar, anaknya mau dikenakan tali pengaman,” katanya.

Lanjar mengatakan dia tidak menyangka cucunya bertingkah demikian. “Biasanya tidak pernah sampai memanjat seperti itu. Di rumah dia memang sama saya, ibunya kerja di Malaysia,” kata Lanjar.

Ari tak pernah mau menemani neneknya merumput untuk pakan ternak. Namun kemarin memaksa ikut, sehingga lepas pengawasan dan tahu-tahu sudah berada di menara Sutet.

“Saya baru tahu cucu saya naik Sutet setelah ada ramai-ramai. Katanya ada bocah naik Sutet, saat saya ikut melihat, ternyata cucu saya,” ungkap Lanjar.

Guru SLBN 1 Kulonprogo Indah Susilowati mengatakan apa yang dialami muridnya Ariyanto bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, khususnya orang tua dan keluarga anak. Indah dan para guru SLBN 1 Kulonprogo lain khawatir dengan aksi Ari tersebut.

“Dia (Ari) memang siswa kami. Dia siswa Kelas 1 C, meskipun tunagrahita dia juga hiperaktif, di sekolah suka memanjat jika tidak diawasi,” kata Indah. (tom/iwa/mar)