RADARJOGJA.CO.ID – MUNGKID– Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kemarin (2/5) mengunjungi lokasi bencana longsor dan banjir bandang di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Selain berdialog dengan warga, kedatangan menteri juga untuk menyerahkan bantuan.

Kunjungan diawali ke RSUD Tidar Magelang di Kota Magelang sekitar pukul 11.00 WIB. Di rumah sakit ini menteri bertemu dengan tiga korban yang masih dirawat. Mereka adalah Aryati Rahayu, 29, bidan desa yang kehilangan suami dan dua anak balitanya; Sumarlan, 40, kehilangan istri yang sedang hamil, anak serta ayahnya; dan Ahmad Fauqi Adrian, bocah 6 tahun.

Saat membesuk satu per satu korban yang dirawat, Mensos Khofifah memperlihatkan empatinya. Selain mendengarkan apa yang disampaikan korban bencana, Khofifah juga menyampaikan keprihatinannya serta belasungkawa atas terjadinya musibah itu. Ia juga mendoakan korban diterima di sisi-Nya.

Ariyati Rahayu, bidan desa yang rumah dinasnya ikut dihantam banjir bandang hingga ia kehilangan seluruh anggota keluarganya, kepada Khofifah mengatakan bahwa dirinya kini sudah ikhlas dengan musibah yang dialaminya. Ini karena bencana itu juga terjadi atas kehendak-Nya.

“Saya sudah ikhlas kok bu dengan kejadian ini. Meski sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi,” kata Aryati, lirih.

Khofifah yang didampingi Direktur RSUD Tidar Sri Harso mengunjungi ketiga korban secara bergantian di bangsal yang sama. Tampak dari ketiga pasien itu sudah dalam keadaan membaik dan dapat berkomunikasi dengan lancar.

Sri Harso membenarkan kondisi ketiga pasien korban bencana itu berangsur mulai membaik. “Mengenai trauma, diakui pasien sempat gelisah dan susah tidur, tetapi setelah beberpa hari ini menurut pantauannya pasien mulai lebih tenang,” ujarnya.

Setelah menyerahkan bantuan kepada ketiga korban di RSUD Tidar Magelang, menteri dan rombongan langsung menuju Kantor Kecamatan Grabag. Di lokasi ini menteri memberikan santunan kematian kepada ahli waris. Korban tewas dalam musibah ini ada 13 orang.

Di Kantor Kecamatan Grabag, Khofifah disambut Bupati Magelang Zaenal Arifin dan jajarannya. Zaenal melaporkan bahwa kondisi terakhir pasca terjadinya banjir bandang di Desa Sambungrejo sudah semakin membaik.

“Menurut data-data yang sudah terkumpul dari berbagai elemen dan tim SAR, semua korban telah berhasil ditemukan. Korban selamat juga telah mendapatkan penanganan dengan baik,” ungkapnya

Zaenal juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak selama beberapa hari dalam misi kemanusiaan. “Terima kasih untuk semua relawan yang terlibat dan berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuannya untuk korban banjir bandang ini,” kata Zaenal.

Zaenal menyampaikan meski seluruh korban telah berhasil dievakuasi, tetapi untuk 14 hari ke depan masih dalam situasi tanggap darurat. Diharapkan seluruh tim gabungan untuk tetap waspada manakala terjadi bencana susulan.

Di Desa Sambunghejo, Khofifah juga menyempatkan mengunjungi dapur umum lapangan. Ia kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi bencana. Ia menemui beberapa warga untuk menyampaikan keperihatinannya atas bencana yang menimpa di lereng Merbabu itu.

Dari kunjungan ini, total bantuan yang diberikan Rp 321 juta. Terdiri atas santunan kematian untuk 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp 195 juta (masing-masing Rp 15 juta). Kemudian untuk korban luka berat tiga orang (masing-masing Rp 5 juta), dan bantuan logistik Rp 116,5 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, pencarian korban kini telah ditutup, menyusul ditemukannya korban ke-13 kemarin pagi atas nama Marsinem. “Korban meninggal di TKP ada 12 orang, satu orang lagi meninggal di rumah sakit,” katanya. (cr2/laz/ong)