RADARJOGJA.CO.ID – Kepedulian terhadap para korban minuman oplosan ditunjukkan berbagai pihak. Salah satunya Forum Muda Berbuat dan Bertanggungjawab (Forum MBB). Forum ini menggelar pertunjukan musik bertajuk “Musik Bineka Bertanggungjawab” di Kebun Kita, beberapa waktu lalu (29/4).

Lewat hiburan tersebut, kaum muda diajak untuk menghindari oplosan. Mereka juga mendapat informasi dasar mengenai oplosan dan bahaya mengonsumsinya.

“Forum Muda Berbuat dan Bertanggungjawab (Forum MBB) merupakan forum yang mempromosikan keberagaman, menyediakan wadah bertukar pikiran, mengajak anak muda berpikir maju, terbuka, berbudaya, dan bhinneka,” kata Penggagas Forum MBB Rudolf Dethu di dampingi perwakilan LIAM Foundation Sugi Lanus, dan dr Alim, dari Rumah Sakit PKU Muhammadyah Bantul.

Ditambahkan Rudoft, lewat forum tersebut, anak muda juga diajak berbangga memiliki keberagaman di Indonesia. Di sisi lain, mereka diminta untuk bersama memiliki rasa tanggungjawab.

Rudoft memaparkan, dalam konteks peningkatan pemahaman anak muda terhadap bahaya konsumsi oplosan, Forum MBB melakukan pendekatan kreatif. Yakni, melalui pertunjukan musik. Keberagaman selera dalam bermusik, baik dalam berkarya maupun menikmati pertunjukan, harus disertai sikap bertanggungjawab.

“Termasuk tidak mengkonsumsi oplosan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan LIAM Foundation Sugi Lanus mencatat dalam beberapa tahun terakhir ini, korban konsumsi oplosan di tanah air menunjukkan peningkatan, termasuk di Jogjakarta.

“Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Oplosan (KOMA) mencatat sejak 2015 hingga Januari 2016, ada 308 orang tewas akibat mengkonsumsi oplosan sebagai alternatif dari minuman beralkohol resmi. Jumlah ini belum termasuk 26 orang yang meninggal karena oplosan di DIJ pada Februari 2016,” katanya.

Khusus di Jogjakarta, setahun setelah peristiwa 26 Februari 2016, oplosan kembali merenggut lima warga Bantul.

“Ada kekhawatiran semakin banyaknya korban oplosan ini meningkat, melihat mayoritas korban konsumsi oplosan adalah kaum muda yang usia produktif,” katanya.

Beberapa pihak menunjukkan kekhawatiran dan memutuskan mengambil sikap. Mulai tindakan preventif hingga kuratif. Termasuk memberi edukasi pada kaum muda, hingga beragam pelatihan bagi kalangan medis untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman dalam memberikan pertolongan yang tepat pada para korban.

“RS PKU Muhammadiyah Bantul juga peduli dan mendukung program penyadaran pada kaum muda agar menjauhi oplosan,” kata dr Alim, perwakilan RS PKU Muhammadiyah Bantul.(hes)