RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Konstelasi di Grup 3 Liga 2 setelah dua pertandingan berjalan mulai terlihat petanya. PSCS Cilacap dan Persijap Jepara yang bertengger di puncak tabel dengan enam poin hasil dua kemenangan patut diwaspadai.

Sementara empat tim lain yakni Persibas Banyumas, Persibat Batang, PSS Sleman, dan Persip Pekalongan memiliki nilai yang sama yaitu tiga poin. Meskipun menelan dua kali kekalahan, PSGC Ciamis dan Persibangga Purbalingga pantang dianggap remeh jika keduanya bisa bangkit. Jadi, dengan hanya dua tim yang nantinya lolos ke 16 besar, PSS Sleman tidak boleh lagi kehilangan poin.

Green Falcon-julukan PSS Sleman harus memenangi dua partai melawan Persip Pekalongan di Stadion Maguwoharjo Sabtu (6/5) dan Persibat Batang sepekan kemudian. Ini harus dilakukan untuk tetap menjaga persaingan merebut posisi puncak. Dua partai ini penting untuk meraup poin sebelum PSS bertandang ke salah satu tim kuat di Grup Tiga Liga 2, Persijap Jepara 17 Mei mendatang.

Pelatih PSS Sleman Freddy Muli memahami beratnya laga tandang melawan tuan rumah Persijap Jepara. Karena itu Don Freddy tidak mau lagi kehilangan poin di dua laga ke depan. Ia akan menyiapkan formasi menyerang dalam latihan persiapan selama beberapa hari ke depan. Ia masih menyimpan nama, namun menjanjikan komposisi berbeda saat PSS meladeni Persibangga beberapa waktu lalu. “Kami selalu tekankan bermain menyerang kalau ingin menang. Karena itu pemain yang kami siapkan adalah yang bertipikal menyerang. Termasuk nanti menghadapi Pekalongan,” ujarnya.

Mantan Pelatih Persebaya dan Persida Sidoarjo itu menurunkan beberapa pemain berbeda di dua laga awal, yaitu saat menjamu PSCS Cilacap dan melawat ke kandang Persibangga Purbalingga. Pun saat bersua Persip Pekalongan dia menjanjikan pemain yang berbeda, meskipun dia enggan membeberkan nama. “Kami harus menang di dua pertandingan selanjutnya agar tetap bisa bersaing merebut puncak,” imbuhnya.

Pelatih asal Palopo Sulawesi Selatan itu mengatakan, dia sengaja menutup rapat skema dan komposisi pemain yang kemungkinan akan dimainkan. Sebab selama ini setelah banyak disiarkan televisi, permainan timnya mulai dibaca lawan. “Pertandingan kami banyak yang disiarkan langsung, lawan pasti sudah antisipasi. Hal ini yang bikin kami harus pintar-pintar meramu pemain dan skema main,” cetusnya.

Sayang, untuk meramu skuad melawan Persip Pekalongan nanti tim pelatih tidak akan terlalu banyak mendapat pemain yang diinginkan. Sebab setelah dua pertandingan awal, beberapa pemain mulai naik meja perawatan. Selain Busari yang cedera sebelum liga dimulai, ada Rossi Noprihanis, Chandra Waskito, Tedi Berlian, Jodi Kustiawan yang memerlukan pemulihan kondisi fisik untuk siap dimainkan. “Busari sebenarnya sudah mulai latihan ringan, tapi mengembalikan feelingball dan perlu kami pastikan lagi cederanya sudah sembuh total,” bebernya. (riz/din/ong)