RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dua Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Sleman mengalami rotasi. Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono bergeser menjadi Asisten Sekretaris Daerah (Assekda) III dan Kepala Inspektorat Suyono menjadi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP).

Pergeseran ini untuk mengisi kekosongan pada dua JPT Pratama yang memasuki masa pensiun. Uniknya, pergeseran ini bersamaan dengan pelantikan tujuh JPT Pratama hasil lelang jabatan.

“Jadi pergeseran untuk mengisi jabatan yang kosong. Dari Disdik ke Assekda lalu Inspektorat ke BKPP. Sesuai perencanaan agar pemerintahan dapat berjalan efektif,” ujar Bupati Sleman Sri Purnomo usai pelantikan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Sleman, kemarin (2/5).

Padahal sebelumnya sempat beredar kabar pengisian dua jabatan akan melalui proses lelang. Pemkab Sleman berencana mengikutkan pada lelang jabatan periode berikutnya. Namun, atas pertimbangan optimalisasi kinerja diputuskan untuk bergeser.

Tentang posisi JPT Pratama yang kosong akan diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt). Posisi akan diisi oleh Sekretaris masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selanjutnya SP, sapaannya, juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda), Assekda, dan BKPP menyusun jabatan kosong eselon III.

“Mempersiapkan pengganti posisi eselon III yang ditinggalkan. Ada tujuh posisi kosong, seluruhnya lolos lelang dan kini telah dilantik menjadi kepala dinas,” ujarnya.

Sekda Sleman Sumadi meminta kepala OPD baru gerak cepat. Dia meminta agar para pemimpin menyesuaikan diri seusai dinas masing-masing. Terutama menyusun dan melanjutkan program dalam kedinasannya.

Dia juga tengah menyiapkan proses lelang JPT Pratama lainnya. Setelah ada perombakan dan pengangkatan, ada tiga JPT Pratama kosong. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Inspektorat dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan.

“Kalau yang kosong kemarin diikutkan dalam proses lelang tidak memungkinan, karena lelang sudah berjalan. Jadi untuk yang kosong saat ini akan ikut lelang tahap berikutnya. Kemungkinan masih akan bertambah, karena ada pejabat yang akan memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman Hempri Suyatna berharap pejabat terlantik segera beradaptasi. Terutama untuk mengejar dan memaksimalkan program kerja OPD. Sehingga mampu menyelaraskan diri dengan visi misi Pemkab Sleman.

Terkait pelantikan menurutnya adalah hak perogratif bupati. Salah satu acuan adalah mampu bekerja sama dan selaras program kerja. Hanya, dirinya mengkritisi kebijakan setiap calon dapat mengikuti dua posisi lelang jabatan.

“Jadi lebih fokus di satu posisi lelang saja. Kalau seperti ini kesannya bupati ada keterbatasan pilihan,” ujarnya. (dwi/ila/ong)