RADARJOGJA.CO.ID – Universitas Ahmad Dahlan tak menyia-nyiakan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebelum resmi diberlakukan MEA pada 2016 lalu, UAD telah mengawali serangkaian kegiatan road show dan kerja sama dengan berbagai instansi luar negeri di ASEAN terutama lembaga pendidikan.

Sebagai tindaklanjut kerja sama tersebut UAD memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan ke luar negeri termasuk penelitian. Peluang tersebut tak disia-siakan mahasiswa pascasarjana UAD. Rencananya, sembilan mahasiswa pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UAD akan melakukan penelitian untuk keperluan tesis ke Filipina.

“Nantinya, para mahasiswa Pascasarjana PBI tersebut akan melakukan penelitian di University of Saint Anthony Philippines,” kata Kepala Prodi Magister PBI UAD, Dr R.A Noer Doddy Irmawati dalam acara pelepasan sembilan mahasiswa PBI UAD menuju Filipina, Rabu sore (11/5).

Rencananya, sembilan mahasiswa tersebut akan melakukan penelitian di Filipina selama tiga bulan. Selama berada di Filipina mereka akan didampingi dosen pembimbing dari University of Saint Anthony Philippines. “Selama di Filipina jangan sekali-kali keluar sendirian. Jika butuh sesuatu hubungi staf University of Saint Anthony Philippines,” pinta Doddy.

Rektor UAD Kasiyarno mengapresiasi keputusan sembilan mahasiswa PBI yang memutuskan melakukan penelitian tesis ke luar negeri. Langkah ini sangat tepat mengingat persaingan pendidikan kini semakin ketat.

“Selain melakukan penelitian, disana bisa mempelajari budaya dan kesenian. Tidak menutupkemungkinan nanti kalian akan diminta ikut pagelaran budaya. Kalau diminta ya jangan menolak. Tunjukkan bahwa budaya Indonesia juga bagus,” kata Kasiyarno.

Dalam kesempatan itu, Kasiyarno berpesan agar jangan pernah meninggalkan uang, kartu identitas, dan pasport di kos. Sebab, segala kemungkinan bisa saja terjadi. “Kalau mau makan hati-hati. Sebab, di sana makanan halal sulit dicari. Lebih baik masak sendiri,” pinta Kasiyarno.

Ke-9 mahasiswa tersebut adalah Mohamad Ijudin, Deni Ardiansyah, Sri Syahru Ramadhani, Imtikhana, Muhammad As’ad, Hellaisna Nur’aini Garwan, Sulhairi, Adlia, dan Melissa. (mar)