RADARJOGJA.CO.ID – PT Jasa Raharja terus melakukan inovasi dan berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah Satunya dengan mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum.

Kebijakan baru yang telah disetujui oleh Kementerian RI adalah mengenai besaran santunan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Kenaikan pemberian santunan tersebut mulai berlaku per Juni 2017 nanti.

“Besaran santunan untuk korban kecelakaan darat dan laut naik 100 persen,” kata Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung SE MM pada acara sosialisasi di Kampus STIE Nusa Jalan AM Sangaji Jogja, Senin (15/5).

Peserta yang menyampaikan pertanyaan dengan baik mendapatkan door prize helm.

Hadir pula sebagai nara sumber Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKBP Sulasmi yang menyampaikan materi seputar UU Lalu Lintas. Acara ini diikuti mahasiswa berbagai perguruan tinggi (PT) di Jogjakarta.

Wahyu menerangkan, besaran santunan yang naik adalah biaya perawatan yang tadinya Rp 10 juta naik menjadi maksimal Rp 20 juta. Santunan korban meninggal dan cacat tetap yang semula Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Kemudian biaya pengganti penguburan yang awalnya Rp 2 juta baik menjadi Rp 4 juta.

“Ada kebijakan baru yang tadinya belum ada sekarang diatur yaitu biaya pengganti P3K sebesar Rp 1 juta dan biaya pengganti ambulan Rp 500 ribu,” papar Wahyu.

Kebijakan baru tersebut merespon masukan berbagai pihak termasuk masyarakat. Sebab, biaya kesehatan telah mengalami kenaikan.

“Biaya pengganti ambulan dan P3K untuk membantu korban kecelakaan agar segera mendapatkan pertolongan dan penanganan, baik masyarakat maupun petugas kesehatan,” tandas Wahyu.

Mahasiswa UNY, Sapto Priyo menanyakan seputar korban kecelakaan tunggal, apakah mendapatkan santunan?.

Atas pertanyaan tersebut Wahyu menjelaskan bahwa korban kecelakaan tunggal tidak mendapatkan santunan kecuali angkutan umum. Sebab, syarat pengajuan santunan adalah korban harus melampirkan laporan polisi (LP) dan kendaraan yang terlibat kecelakaan kecelakaan lebih dari satu kendaraan.

“Sesuai aturan, kecelakaan tunggal tidak mendapatkan santunan,” jelas Wahyu. (mar)