RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Jika sebelumnya olahraga basket di DIJ lebih banyak berfokus pada atlet di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja, namun kini daerah lain juga mulai menggeliat. Salah satunya di Gunungkidul. Dibangunnya GOR Bagongan dinilai membuat animo olahraga asal Amerika itu mulai tumbuh.

Koordinator Pembinaan Atlet Berbakat Perbasi DIJ YB Dwi Siswanto mengatakan, pembinaan basket sejak usia dini di Gunungkidul sudah mulai menunjukkan sisi positif. Menuruntya setiap hari Minggu, di Gunungkidul ada latihan basket bersama. Mereka yang ikut pelatihan dan pembinaan paling sedikit 50 atlet, mulai dari anak-anak sampai remaja. “Jelas ini kabar baik karena sejak dibangunnya GOR Bagongan, animo basket di Gunungkidul mulai meningkat,” ungkapnya kemarin (23/5).

Pelatih basket di GOR Bagongan Gunungkidul, Wahyu menyebutkan mereka yang ikut berlatih di tempat tersebut rata-rata mulai dari berusia 7-10 tahun, sampai dengan mahasiswa. Ia bisa seharian penuh melatih basket ke anak-anak karena berharap bisa memajukan cabor basket di DIJ. Ia juga tak memungut bayaran karena masih banyak keluarga yang belum mendukung anaknya menjadi atlet, khususnya basket. “Di Popda kemarin sudah ada hasilnya, Gunungkidul bisa tembus empat besar. Saya sengaja tidak menarik bayaran karena basket ini berbeda seperti cabor lainnya, jadi kalau memakai bayaran pasti tidak banyak yang ikut,” tuturnya.

Di Kabupaten Bantul pun sudah mulai terlihat tanda-tanda menggeliatnya olahraga basket. Dwi Siswanto menambahkan, ia bersama tim sudah mulai memeratakan olahraga basket usia dini dengan mengajak kerjasama Dinas Pendidikan di tiap Kabupaten. “Ada pembinaan basket pelajar Dinas Pendidikan yang kami ratakan ke tiap Kabupaten dan Kota mulai usia 10 tahun. Kami harap turnamen juga akan lebih kompetitif dengan persaingan yang merata,” harapnya. (riz/din/ong)