RADARJOGJA.CO.ID – Kiprah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di dunia pendidikan tak diragukan lagi. Ini dibuktinya dengan meningkatnya mahasiswa asal luar Jogjakarta. Sebagai bentuk kepercayaan terhadap UAD, Kementerian Agama (Kemenag) RI pun kembali memberikan izin operasional penyelenggaraan Program Pascasarjana. Yakni, Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam tertuang dalam SK Kementerian Agama RI dengan Nomor: 2587 Tahun 2017,” kata Kepala Subdit Pengembangan Akademik pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenang RI, Mamat Slamet Burhanudin pada acara serah terima SK Penyelenggaraan Program Studi Pascasarjana PAI di Kampus UAD, Rabu (24/5).

Menurut Mamat, Perguruan Tinggi Islam di Indonesia yang membuka Pascasarjana PAI ada sekitar 210an. Sedangkan di wilayah Jogjakarta ada sebanyak 25 Perguruan Tinggi. Diantaranya adalah UIN Sunan Kalijaga dan UAD. Ia berharap, UAD dapat menjaga amanat negara tersebut. Mewakili pemerintah dan masyarakat, Mamat menyampaikan terima kasih kepada UAD yang telah ikut mencerdarkan anak bangsa melalui pendidikan.

“Berikan layanan pendidikan yang bermutu dan terbaik. Sehingga, alumni UAD dapat mengabdi untuk negara dan masyarakat,” harap Mamat.

Rektor UAD, Kasiyarno mengaku bangga sekaligus senang proposal penyelenggaran Pascasarjana PAI telah disetujui Kemenang. Dengan demikian, hingga kini UAD telah memunyai program Pascasarjana sebanyak 11 jurusan. Sebagai tindak lanjut, pada tahun ajaran ini Pascasarjana PAI sudah mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru.

“Kami targetkan angkata pertama ada lebih dari 20 mahasisawa,” kata Kasiyarno.

Disinggung mengenai tenaga mengajar dan fasilitas. Kasiyarno menerangkan, semua sudah dipersiapkan. Tenaga pengajar ada dari internal UAD telah siap termasuk ruang kelas. “Semoga program baru ini membawa berkah bagi UAD dan masyarakat,” jelasnya. (mar)