RADARJOGJA.CO.ID – Kabar gembira datang dari PT Jasa Raharja. Per 1 Juni 2017, Badan Usaha Milik Negera (BUMN) ini akan menaikkan besaran santunan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Kenaikan besaran santunan ini merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 dan (PMK) Nomor 16/PMK.010/2017 yang ditetapkan pada 13 Februari 2017.

“Peraturan Menteri Keuangan tersebut menggantikan PMK Nomor 37/PMK.010/2008 dan PMK Nomor 36/PMK.010/2017,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ, RM Wahyu Widodo kepada wartawan di kantornya Jalan Magelang Jogja, Senin (29/5).

Sesuai dengan PMK yang baru, besaran santunan korban kecelakaan darat dan laut naik 100 persen. Santunan korban meninggal dunia yang semua Rp 25 juta naik menjadi Rp 50 juta, santunan bagi korban cacat tetap menjadi maksimal Rp 50 juta yang semula Rp 25 juta.

Kenaikan santunan juga berlaku untuk biaya perawatan dan pengobatan. Biaya perawatan dan pengobatan yang semula maksimal Rp 10 juta kini naik menjadi maksimal Rp 20 juta.

“Pengganti biaya penguburan juga meningkat. Yang tadinya Rp 2 juta naik menjadi Rp 4 juta,” kata Wahyu.

Kenaikan besaran santunan karena sejumlah harga umum seperti medis dan sembako yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Sehingga, kenaikan tersebut berimbas pada penurunan daya beli masyarakat. “Kenaikan santunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan perlindungan yang diterima oleh korban,” jelas Wahyu.

Selain itu, ada kebijakan baru yang sangat menggembirakan yaitu adanya pengganti biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) maksimal Rp 1 juta dan pengganti biaya ambulan sebesar Rp 500 ribu.

“Pengganti P3K dan ambulan ini untuk mencegah fatalitas korban dan menyelamatkan nyawa korban yang kritis,” jelas Wahyu.

Sebagai langkah awal menyosialisasikan kenaikan besaran santunan, hari ini PT Jasa Raharja Cabang DIJ akan menggelar sosialisasi di Hotel Grand Serela Jalan Magelang. Hadir dalam acara tersebut Kapolda DIJ, Kepala PT Jasa Raharja DIJ, Dirlantas Polda DIJ, Kepala Dinas Perhubungan DIJ, Kepala DPPKA DIJ, Organda, 44 manajemen rumah sakit, pengusaha otobis, dan jajaran polisi lalu lintas. (mar/hes)