RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Berbagai strategi disiapkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman guna mengantisipasi musim kemarau yang bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Selain menambah reservoar dan debit air hingga 50 liter per detik, disiapkan pula mobil tangki.

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM mengatakan, mobil tangki merupakan sarana alternatif terakhir khusus untuk droping air di wilayah kekeringan. “Semoga tidak sampai terjadi kekeringan hingga harus didrop air,” harapnya kemarin (30/5).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Dwi, penurunan debit air selalu terjadi setiap musim kemarau. Dari total debit 370 liter per detik untuk seluruh wilayah Sleman, penurunan diperkirakan hanya 5-10 persen.

Kondisi tersebut diyakini tidak sampai mengganggu layanan air bersih bagi pelanggan.

Adapun kawasan terdampak di wilayah Sleman timur di antaranya, Kecamatan Ngemplak, Prambanan, Kalasan, dan Berbah. Sedangkan di sisi barat adalah Desa Tambakrejo, Tempel. “Yang lain relatif aman karena sistem jaringan sudah terkoneksi semua. Wilayah Gamping yang biasanya jadi langganan kekeringan juga aman,” ujar Dwi.

Dikatakan, selain terjadi penurunan debit saat kemarau, setiap bulan Ramadan hingga Lebaran selalu terjadi peningkatan pengguna air. Terutama saat pagi dan malam hari. Konsumsi air selama Ramadan hingga Lebaran diperkirakan meningkat 5-10 persen. Kendati demikian, Dwi menggaransi kebutuhan pelanggan tercukupi. “Debit air yang tersedia sangat cukup. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan pemudik,” jelasnya.

Untuk menjamin kelancaran pemenuhan air bersih, PDAM mengoptimalkan tiga sumur dalam di bagian timur dan dua lainnya di wilayah Tambakrejo dan Godean. Mobil jenset juga disiagakan untuk memastikan reservoar tetap berproduksi.

“Jadi masyarakat tak perlu khawatir kekurangan air bersih selama bulan puasa hingga hari raya,” imbaunya.

Di sisi lain, Dwi meminta peran aktif masyarakat untuk segera melapor jika mengalamai gangguan air. Atau mengetahui ada jaringan perpipaan yang rusak atau bocor. Agar petugas bisa sesegera mungkin melakukan upaya perbaikan, sehingga dampaknya bisa diminimalisasi.

Dwi mengingatkan, laporan bisa disampaikan langsung ke kantor sementara PDAM di Jalan Merbabu, Tridadi, Sleman (bekas kantor lama Kemenag Sleman). Kantor utama PDAM di Jalan Parasamya tidak difungsikan sementara waktu karena akan direhab total.(yog/ong)