BANTUL – Masih ingat dengan perkara penganiayaan yang menimpa terhadap balita berinisial JM di Pedukuhan Samalo, Patalan, Jetis? Adi Cahyono pelaku penganiayaan biadab yang kini dititipkan di Rumah Tahanan (rutan) Negara Pajangan dikabarkan berusaha bunuh diri.

Kepala Rutan Kelas II B Pajangan Dwi Arnanta membenarkan bahwa tahanan titipan Pengadilan Negeri Bantul tersebut dua kali berusaha mengakhiri hidupnya. Pertama, dengan menusukkan pulpen ke bagian nadi. Beruntung, insiden Jumat pagi (26/5) lalu segera diketahui petugas.

“Lalu kami bawa ke RSUD Panembahan Senopati,” jelas Dwi kemarin (30/5).

Setelah kondisinya membaik, petugas kemudian membawanya kembali ke rutan. Bukannya berhenti, Adi kembali berusaha mengakhiri hidupnya Jumat sore. Hanya, cara yang dilakukannya ini berbeda dengan upaya pertama. Kali ini, Adi berusaha bunuh diri dengan menenggak obat yang dioplos dengan deterjen. Obat ini diperoleh ketika Adi dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut. Sebagaimana kejadian pertama, usaha Adi ini tak lama kemudian juga diketahui petugas. “Langsung kami berikan perawatan medis,” lanjutnya.

Seolah penasaran, rutan kemudian berinisiatif mendatangkan psikiater. Untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Hasilnya, psikiater ini merekomendasikan Adi dibawa ke RS Ghrasia. Menurutnya, Adi dibawa ke rumah sakit yang terletak di Sleman tersebut keesokannya.

“Senin (29/5) kondisinya membaik dan boleh dibawa pulang ke rutan,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter, Adi mengalami depresi. Bukan karena ingin menghindari jeratan hukum. Dwi menyatakan, Adi depresi lantaran ditinggal istrinya.

Dwi menambahkan, kondisi Adi saat pertama kali masuk rutan sehat. Tak ada tanda-tanda mengalami gangguan kejiwaan. Toh, setiap tahanan baru selalu diperiksa kesehatannya begitu masuk ke rutan.Dengan membaiknya kondisi Adi, Dwi memastikan proses persidangan di pengadilan terus berjalan.

Sebagaimana diketahui, Adi merupakan terdakwa kasus penganiayaan terhadap JM, anak pembantunya. Berulang kali Adi menganiaya JM dengan berbagai cara. Mulai menyiram dengan air panas, memasukkannya ke dalam mesin cuci, hingga mematahkan giginya dengan tang. (zam/ila/ong)