RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Skuad PSIM Jogja mulai menjalani latihan rutin sejak Kamis (29/6) setelah selama sebelumnya menjalani libur Lebaran selama sepekan. Setelah selama sepekan libur, terjadi penurunan fisik para pemain.
Asisten Pelatih PSIM Jogja Ananto Nurhani mengatakan seletah melalui tes di awal latihan, hampir seluruh pemain mengalami penurunan fisik. “Namun masih dalam taraf koridor yang cukup aman,” kata Ananto kepada Radar Jogja kemarin (2/7).

Menurutnya, peningkatan fisik menjadi fokus tim pelatih sebelum menghadapi PSBI Blitar di Kota Lahar-julukan Kota Blitar pada 8 Juli mendatang. Pelatih fisik PSIM Jogja Bagyo Irianto telah melakukan tes guna mengidentifikasi fisik setiap pemain.
Pelatih fisik mulai menggenjot stamina para pemain mulai kemarin (2/7).

Diharapkan waktu lima hari yang tersisa mampu meningkatkan kekuatan fisik skuad Mataram Knight-julukan PSIM Jogja. “Tadi pagi (kemarin, Red) porsi latihan fisik sudah diberikan. Semoga stamina bisa segera pulih,” kata pelatih yang akrab disapa Antok in.

Sementara itu hingga kemarin dua pemain PSIM Jogja Said Mardjan dan Rangga Muslim belum bergabung dengan skuad PSIM Jogja. Said sejauh ini masih dalam pemulihan cedera yang di dapat saat melawan Madiun Putera. Said saat lebaran mudik ke kampung halaman yang ada di Sangihe, Sulawesi Utara.

Sementara itu Rangga Muslim mudik ke Bima, Nusa Tenggara Timur. “Kondisi saat ini sudah 90 persen. Latihan sejauh ini masih dalam porsi ringan,” kata Said dihubungi.

Sementara itu Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku tidak terlalu khawatir atas penurunan fisik para pemain. Menurutnya hal itu biasa terjadi saat para pemain menjalani libur panjang.

“Kami sudah siapkan programnya agar saat hari H pertandingn pemain siap,”jelasnya.

Materi latihan lebih banyak materi finishing yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah selama ini. Tim dibagi menjadi tiga kelompok, berada di sisi kiri, kanan dan tengah. Skema kerja sama segitiga dilakukan dengan diakhiri crossing baik dari sisi kiri maupun kanan bergantian.

“Memang crossing dari fullback harus kami perbaiki. Akurasinya terutama, masih belum bagus. Termasuk shooting dari second line,” paparnya.

Beberapa pemain masih seperti Engkus Kuswaha, Dicky Prayoga, Krisna Adi dan Raimond Tauntu masih memiliki power dan akurasi tembakan. Namun beberapa lainnya terlihat masih jauh dari sasaran. Erwan mengatakan, hal itu masih wajar. Sebab dua hari kemarin pemain mendapat gemblengan fisik dari pelatih fisik Bagyo Irianto.

“Power memang berkurang karena kemarin baru libur, tapi feelingball dan akurasi harus terus diasah,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kemungkinan penambahan pemain, Erwan menilai hal tersebut belum tertutup. Namun menurutnya akan sulit mendapat tambahan pemain bagus sesuai kebutuhan tim. Sebab tim lain juga tidak mungkin melepas pemain di tengah ketatnya pertarungan di Liga 2.”Sementara kami maksimalkan dulu pemain sudah ada di tim ini,” ungkapnya.

Laskar Mataram masih belum bisa memainkan Said Marjan di posisi bek sayap. Kendati disebut sudah pulih 90 persen dari cidera bahu, namun pelatih masih perlu mendapat rekomendasi dokter untuk bisa menurunkan pemain asal Sangihe itu.

“Said sudah ikut latihan dan sudah dicoba dalam game. Tapi masih ada trauma dan belum main lepas. Kami juga harus pantau kebugaran dia lagi setelah balik dari liburan,” tuturnya.

PSIM Jogja juga masih terus mencari formula untuk bisa meraih poin di partain tandang. Hal yang cukup disoroti oleh Ahmad Taufiq cs yakni sulitnya mencuri angka di kandang lawan.

Dua laga melawan away melawan Persatu Tugan dan Madiun Putera berakhir dengan kekalahan. Bahkan, di dua partai uji coba saat libur puasa melawan PPSM Magelang dan PSIS Semarang juga bernasib sama. (bhn/riz/din/ong)