RADARJOGJA.CO.ID – Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Bupati Bantul Suharsono di hari pertama masuk kerja pegawai setelah libur Lebaran kemarin. Tak mau kecolongan, di setiap kantor yang didatangi Suharsono menginstruksikan seluruh pegawai menghadiri apel dadakan di halaman kantor mereka. Itu untuk memastikan seluruh pegawai hadir.

Dinas perdagangan (Dindag) menjadi lembaga yang pertama kali disidak. Berlanjut ke dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu (DPMPT), Disdukcapil, RSUD Panembahan Senopati, hingga Disdikpora.

Langkah Suharsono tak sia-sia. Dia mendapati beberapa pegawai di sejumlah instansi tak masuk kerja kemarin. Di antaranya di DPMPT, dan Dindag. Namun, ketidakhadiran mereka disertai keterangan pada daftar presensi. “Keterangannya jelas semua,” ucapnya.

Kendati demikian, Suharsono mendapati satu pegawai yang absen tanpa keterangan di Disdikpora. Karena melanggar peraturan perundang-undangan, Suharsono menyerahkan penanganan pegawai bersangkutan kepada inspektorat daerah.
Sekretaris Inspektorat Daerah Bantul Sutanto menyebut ada 1.282 pegawai di lingkungan pemkab. Sebagian kecil absen dengan berbagai alasan. Rinciannya, 19 tugas belajar, 19 turun piket, 26 tugas luar, satu bebas tugas, tujuh sakit, lima cuti, dan dua izin. Serta satu absen tanpa keterangan.

Sutanto memastikan satu ASN yang membolos ini bakal dijatuhi sanksi berupa pemotongan tunjangan kesejahteraan. “Itu merujuk peraturan perundang-undangan yang mengatur aparatur sipil negara (ASN),” katanya.(zam/yog/ong)