SLEMAN – Macapat merupakan salah satu warisan budaya tanah Jawa. Sayangnya, seiring waktu berjalan pelestarian kearifan lokal ini mulai meluntur. Salah satu indikasinya adalah minat generasi muda mempelajari tembang dan syair dalam bahasa Jawa mulai berkurang.Dinas Kebudayaan Sleman merespons fenomena ini dengan menggelar lomba Macapat Tingkat SMA/SMK.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, kegiatan ini diikuti oleh 64 peserta. Para siswa SMA/SMK merata dari 17 kecamatan se-Sleman.”Baru satu minggu belajar, awalnya memang susah tapi harus telaten. Tertarik ikut karena peduli untuk melestarikan. Tantangannya pada tangga nada, belum biasa nembang dengan tangga nada yang seperti ini,” jelas salah seorang peserta Ajeng Dewi, 17, kemarin (27/7).

Siswi kelas XI SMAN 1 Cangkringan ini mengaku tertarik mempelajari lebih lanjut. Ketertarikan ini berangkat dari keinginan untuk melestarikan. Bahkan dia berharap agar kesenian tradisi ini bisa jadi ekstra kurikuler di sekolah-sekolah.”Teman-teman saya ada keinginan untuk mempelajari, tapi memang minatnya kecil. Mungkin bisa dijadikan sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah,” ujarnya.

Ikbal Suryo, 17, siswa SMK Nasional Berbah mengaku penasaran terhadap kesenian macapat. Dia beranggapan kesenian ini unik aksen dan pelafalannya. Selain itu lirik-lirik dalam macapat juga penuh dengan pesan moral.”Tantangannya, not macapat itu susah, beda dengan lagu pada umumnya.

Macapat menurut saya seperti pesan moral yang disyairkan. Enak didengar tapi juga bisa jadi siraman hati,” ujar siswa kelas XI ini.Ketua Koordinator Lomba Macapat Sudaryo mengapresiasi upaya Dinas Kebudayaan. Sebagai pelestari macapat, lomba macapat sangatlah penting. Terlebih lomba tingkat pelajar SMA/SMK baru pertama diselenggarakan di Sleman.

Diakui olehnya melestarikan macapat tidaklah mudah. Ibarat bernafas dalam lumpur, aksi pelestarian tetap bisa berjalan tapi berat. Alasan utama, macapat identik dengan orang tua. Hal ini pula yang membuat generasi muda kurang tertarik mendalami kesenian ini.Ke depan, dirinya berharap kegiatan lomba macapat rutin digelar. Tidak hanya level SMA/SMK, macapat juga bisa menyentuh tingkat SD maupun SMP. Setelahnya ada pada tingkatan mahasiswa dan umum. “Rencana Agustus besok digelar tingkat mahasiswa,” katanya. (dwi/ila/ong)