BANTUL – Aksi tidak terpuji terjadi di lingkungan kantor Satpol PP, kemarin (1/8). Dua suporter Paserbumi dikeroyok di markas aparat penegak perda yang terletak di Jalan Gajah Mada tersebut.

Parahnya lagi, pelaku pengoroyokan terhadap Elen Nursyam, 20, dan Agung Prasetyo, 24, adalah personel Satpol PP. Akibat pengeroyokan tersebut warga Dusun Gunungkelir, Pleret dan warga Dusun Beran, Canden, Jetis itu babak belur.

Pengeroyokan ini bermula ketika sejumlah suporter Paserbumi datang ke kantor Satpol PP sekitar pukul 09.00 kemarin. Tujuannnya memenuhi undangan. Itu juga sekaligus sebagai tindak lanjut pertemuan antara DPP Paserbumi dan Satpol PP Senin (31/7) lalu.

Kala itu, Satpol PP meminta sejumlah suporter yang diduga berbuat rusuh di Stadion Sultan Agung saat Persiba menjamu PPSM Magelang Senin (24/7) lalu untuk datang.

“Teko dikon jaluk ngapuro (disuruh datang untuk minta maaf),” jelas Agung saat memberikan keterangan kepada petugas SPK Polres Bantul kemarin.

Setibanya di kantor Satpol PP Elen dan Agung diminta masuk ke ruang belakang. Yang meminta adalah personel perempuan Satpol PP. Menurut Bayu Kurniawan, seorang saksi mata, lurah Paserbumi Rumawan yang ikut datang ke Satpol PP berniat mendampingi Elen dan Agung. Namun, Rumawan justru diminta bertemu dengan Kepala Satpol PP Susanto di ruang kerjanya. Tak lama kemudian, muncul suara teriakan minta tolong. Sumber suara tersebut ternyata dari ruang belakang Satpol PP.

“Saya mencoba masuk. Tapi pintu masuk digembok. Akhirnya saya dobrak,” tutur Bayu.

Ternyata, dua suporter ini usai dikeroyok. Bayu menyebut ada puluhan personel Satpol PP di ruangan itu. Dari penuturan kedua suporter ini, Bayu mengungkapkan, semula salah satu rekannya diajak berduel satu lawan satu dengan personel Satpol PP. Namun, ajakan duel ini malah berujung pengeroyokan terhadap keduanya.

Akibatnya, sejumlah bagian tubuh dua suporter ini mengalami luka memar lantaran terkena bogem mentah dan tendangan. “Agung berulang kali muntah-muntah,” ungkapnya.

Usai kejadian, keduanya didampingi puluhan suporter Paserbumi datang ke RSUD Panembahan Senopati. Dari hasil pemeriksaan, keduanya memang mengalami luka memar. Tak hanya itu. Mereka juga melaporkan pengeroyokan ini ke Mapolres Bantul.

Tampak ikut mendampingi, Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi, manajer Persiba sekaligus ketua Fraksi PDIP DPRD Bantul Endro Sulastomo, danbekas lurah Paserbumi Hanung Raharjo.

Apa pertandingan Persiba melawan PPSM Magelang sempat terjadi kerusuhan? Bayu menceritakan, suporter dan personel Satpol PP di tribun selatan memang sempat bersitegang. Bahkan, suporter ada yang melemparkan botol bekas minuman mineral ke arah Satpol PP. Di antara mereka juga terlibat saling ejek. Kendati begitu, Bayu mengklaim, tidak ada bentrokan fisik.

“Ngerti dewe, kan, kahanane pas lawan PPSM Magelang,” ucap pemuda yang akrab disapa Kentung ini menggambarkan tingginya tensi suporter.

Terlepas dari itu, Bayu menganggap keberadaan personel Satpol PP di tribun selatan menyalahi aturan. Seharusnya Satpol PP hanya bertugas di portir dan area parkir. Bukan ikut berada di tribun penonton.
Keterangan ini berbeda dengan sumber dari internal Satpol PP yang tidak mau disebutkan namanya. Menurutnya, personel Satpol PP sempat dikeroyok kelompok suporter. Akibatnya, personel yang berstatus tenaga honorer ini mengalami luka-luka. (zam/ila/ong)