RADARJOGJA.CO.ID – Duta Bahasa DIJ mengincar sekolah internasional di DIJ yang dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, sebagai sasaran Gerakan Literasi. Duta Bahasa DIJ kembali mengkampanyekan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

“Secara bertahap Duta Bahasa akan mendatangi sekolah-sekolah, termasuk sekolah internasional di DIJ untuk tetap mengutamakan Bahasa Indonesia,” ujar Koordinator Duta Bahasa 2017 Atik Fauzia ketika meluncurkan Gerakan Literasi 15 Menit atau Geliat di Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Jogja, kemarin (4/8). Atik mengatakan, meski menimba ilmu di sekolah internasional, siswa diharapkan tetap menguasai bahasa Indonesia dan bahasa daerah di mana dia belajar.

Ia menjelaskan untukpenggunaan bahasa Indonesia di ruang publik jelas diatur dalam undang-undang yaitu UU Nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Mahasiswi Geografi Lingkungan UGM angkatan 2014 itu menambahkan, salah satu tugas Duta Bahasa adalah kembali menggunakan bahasa Indonesia, termasuk dalam KBM. “Kami ingin mengajak kembali masyarakat lebih suka menggunakan Bahasa Indonesia dibanding bahasa asing,” ungkapnya.

Melalui Geliat, pemenang Duta Bahasa DIJ 2017 itu mengajak seluruh siswa di DIJ untuk meluangkan waktu 15 menit sebelum KBM, dengan lima menit membaca, lima menit meringkas, dan lima menit menceritakan kembali. Atik menjelaskan, Geliat sengaja diluncurkan di SLB 2 Jogja dengan menyediakan bacaan bergambar yang mudah dipahami para siswa SLB. Pilihan di SLB 2 Jogja sekaligus mengusung misi sosial. “Jarang untuk kegiatan kebahasaan menyasar SLB, padahal mereka juga bagian dari kita,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala SLB 2 Jogja Sri Muji Rahayu mengatakan, untuk kegiatan literasi 15 menit di SLB disesuaikan dengan kemampuan siswa. Khusus untuk siswa tuna grahita, kegiatan literasi dilakukan dengan dibacakan oleh guru.

Di SLB 2 Jogja dengan total 103 siswa, tambah Muji, juga sudah memiliki majalah edukasi yang rutin terbit tiap enam bulan. “Diisi oleh guru dan orang tua yang isinya juga megajak pada kegiatan edukatif siswa,” ungkapnya. (pra/laz/ong)