BANTUL – Bantul banjir cabai. Saking melimpahnya, seorang petani di Dusun Kalipakem, Seloharjo, Pundong menyedekahkan cabai miliknya. “Gratis kepada siapapun,” ucap Widodo kemarin (17/9).

Pria kelahiran 25 tahun lalu ini memiliki sawah seluas 100 meter x 75 meter. Namun, sawah yang ditanami cabai hanya 13 meter x 8 meter. Kendati begitu, lahan seluas ini mampu menghasilkan ratusan kilogram bumbu dapur berasa pedas ini.
“Panen sejak dua minggu lalu. Sehari bisa 20 kilogram,” kata Widodo.

Dia mengatakan modal yang dikeluarkan untuk menanam Rp 2,5 juta. Dengan harga jual Rp 4.500 per kilogram saat ini mustahil modal tersebut kembali. Belum lagi Widodo harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar proses pemetikan.

“Paling tidak butuh dua orang. Satu orangnya Rp 50 ribu sehari,” tuturnya.

Karena itu pula, Widodo berinisiatif menyedekahkan cabai rawit miliknya. Awal-awal masa panen, Widodo membagikannya kepada sejumlah tetangganya.

Kemudian, Jumat (15/9) lalu bapak satu anak ini memposting di sebuah grup Facebook. Isinya, dia mempersilakan siapapun yang membutuhkan cabai datang ke rumahnya. Maksimal satu kilogram. Gratis.

Sejak postingan ini menjadi viral, hampir setiap hari Widodo kebanjiran tamu. Mereka yang datang dari berbagai daerah diDIJ ingin meminta cabai. “Ada yang datang pakai mobil dan motor,” lanjutnya.

Kendati merugi, Widodo puas. Sebab, tidak sedikit yang menikmati hasil jerih payahnya. “Itung-itung golek paseduluran,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Pulung Haryadi membenarkan stok cabai Bantul melimpah. Lantaran memasuki masa panen bersamaan. Selain petani, Dispertautkan beberapa waktu lalu juga menggulirkan penanaman 18 ribu tanaman cabai di pekarangan rumah. “Tapi ini tidak akan berlangsung lama,” katanya.
Dari pantauannya, harga jual cabai di pasaran kisaran Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. (zam/iwa/ong)