Pernah Dapat Tendangan Kaki Kiri Sapi

Menekuni pekerjaan sebagai tukang pijat merupakan suatu hal yang wajar. Di Lereng Merapi, ada warga yang sudah lama menekuni pekerjaan ini. Tapi, yang tidak lazim adalah objek pijatannya. Sebab bukan manusia yang dia pijat, melainkan hewan ternak.
ADI DAYA PERDANA, Mungkid
DIA adalah Yasmudi. Warga Ngresap, Desa Gulon, Kecamatan Salam ini dengan pelan memegangi kaki sapi. Bagian demi bagian diurut dengan tangan kosongnya. Sesekali, dia mengambil balsem untuk digosokkan ke kaki sapi yang ada di depannya.
Pria berusia sekitar 60 tahun ini meski tergolong tua, badannya masih terlihat sehat. Dia cukup kuat mengurut dan memijat kaki-kaki sapi. “Saya sudah memijat ternak sejak 23 tahun lalu,” katanya kepada Radar Jogja kemarin.

Pria yang dipanggil Iyas ini tidak hanya memijat sapi saja. Tapi, hewan lain seperti kambing dan ayam. Rata-rata hewan yang dipijat, menurut pemiliknya, sedang tidak sehat.

Setelah dipijat, hewan pun dinilai bisa lebih baik. Seperti ayam misalnya, yang tadinya terlihat lemas, setelah dipijat lebih bergairah. Begitu juga kambing, gerak langkahnya bisa lebih gesit dibanding sebelum dipijat.

“Biasanya pemilik hewan ketika minta pijat karena kaki ternaknya sakit akibat keplangkang, kemudian dibetulin dulu. Atau saat ternaknya mengalami perut kembung. Kadang saya pakai balsem saat memijat,” jelasnya.

Setiap hari, dia bisa mendapatkan pelanggan sekitar dua sampai empat hewan. Tidak hanya di Kecamatan Salam saja. Saat ditemui, Iyas tengah memijat di Lereng Merapi, Kecamatan Srumbung.

Setiap memijat, Iyas tidak mematok harga khusus. “Tidak ada patokan harga, semampunya saja,” ujar dia.

Pria ramah senyum ini mengaku, awalnya tidak ada pelatihan khusus memijat hewan. Keahlian yang dimiliki bermula dari otodidak. Suatu ketika, setelah membajak sawah, dia diminta menolong warga. Ada warga yang jatuh dari pohon kelapa, dia pun dengan gesit mencoba menolong dan memijatnya.

Dari situ, kemampuan memijatnya pun terungkap. Kabar itu kemudian tersebar dari mulut ke mulut. Hingga suatu hari, orang yang menggunakan jasa pijatnya bertambah.

“Setelah itu, juga diminta memijat hewan, mulai kerbau, dan sapi. Sampai sekarang justru laris sebagai tukang pijat ternak,” ucapnya.

Dia teringat awal mula memijat hewan, saat itu ada kaki kerbau yang pincang. Setelah dia pijat, ternyata hewan tersebut bisa sembuh.

Hingga semakin hari, penyakit hewan yang dia tangani pun beragam. Mulai perut kembung dan lainnya. Dari sekian hewan yang dipijat, ada kisah yang hampir dia tidak lupakan.
“Pernah dapat tendangan kaki kiri dari hewan yang dipijat. Mengenai tangan,” jelasnya.

Salah satu pengguna jasa pijat Yasmudi, Miftahudin mengaku, sapi miliknya mendadak tidak seperti biasanya. Hewan itu pun bergerak ke sana kemari tak beraturan. Menurut Miftahudin, ternaknya sempat masuk angin, kemudian sakit pinggang. “Sapinya tidak mau makan,” jelasnya.

Miftahudin pun sengaja mengundang Yasmudi. Ini agar sapinya bisa sehat kembali. Setelah selesai dipijat, dia pun menyertakan uang sembari bersalaman mengucapkan terima kasih.

“Menurut saya, pijat Pak Yasmudi ini alami dan manjur menyembuhkan hewan,” tutupnya. (ila/ong)