RADARJOGJA.CO.ID – PD BPR Bank Bantul terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Tak sekadar melalui program kredit, perusahaan keuangan milik Pemkab Bantul ini menyelenggarakan pelatihan pembukuan keuangan sederhana bagi pelaku usaha kecil dan mikro di aula balai Desa Baturetno, Banguntapan beberapa waktu lalu. Pesertanya adalah kalangan ibu-ibu pelaku usaha yang tinggal di desa setempat.

Direktur PD BPR Bank Bantul, Aristini Sriyatun mengatakan, pelatihan pembukuan ini untuk membantu para pelaku usaha agar dapat melakukan pembukuan arus keuangan dengan rapi dan baik. Sehingga, uang usaha tidak tercampur dengan uang belanja atau kebutuhan lainnya.

“Dengan pembukuan, para pelaku usaha dapat mengontrol dan mengetahui berapa keuntungan yang didapatkan setiap harinya atau setiap bulannya,” kata Aristini.

Aristini menambahkan, tahun ini Bank Bantul mengalokasikan dana miliran rupiah untuk modal usaha bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bantul. Dana itu merupakan uang tanam modal yang berasal dari APBD Bantul. Mereka yang dapat mengakses modal usaha seperti pedagang pasar, pemilik toko klontong, angkringan, perajin, warung makan, dan lain sebagainya.

“Bunganya ringan, tidak jauh dari bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang diluncurkan pemerintah pusat,” terang Aristini.

Untuk memaksimalkan penyerapan dana tersebut, Bank Bantul memberikan kemudahan. Mereka yang ingin mendapatkan modala usaha syaratnya harus berkelompok dengan jumlah anggota sebanyak 10 orang. Program ini untuk mendukung program kerja Bupati Bantul Suharsono dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih.

“Tidak ada jaminan. Yang menjadi jaminan adalah para anggota kelompok. Setiap anggota kelompok dapat pinjaman sekitar Rp 5 juta,” jelas Aristini.

Hadir pula sebagai pemateri Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (KUKMP) Pemkab Bantul Sulistyanto dan anggota DPRD Bantul Setiya.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan pembukuan yang diselenggarakan oleh Bank Bantul. Dengan pelatihan ini arus keuangan usaha ibu-ibu bisa tercatat dengan baik, tidak tercampur dengan uang belanja sehari-hari,” kata Ketua TP PKK Desa Baturetno, Banguntapan, Nurhani Yusuf.

Mereka yang mengikuti pelatihan antara lain pedagang ayam potong, sayuran, toko klontong, rumah makan, angkringan, dan usaha rumahan berupa makanan ringan.

“Semoga usaha ibu-ibu Desa Baturetno berkembang dengan baik dengan adanya pelatihan ini,” terang Nurhani. (mar)