HUT KE-261 KOTA JOGJA

JOGJA – Bukan hal mudah untuk meraih suatu keberhasilan. Butuh perjuangan keras dan panjang. Sebagaimana gambaran dalam lomba panjat pinang. Butuh kerja sama dan sinergitas tanpa mengenal lelah untuk mengambil hadiah yang digantungkan di puncak. Lebih dari itu, butuh strategi khusus untuk meraihnya. Bahkan harus “mengorbankan” teman sendiri dalam satu tim. Tak pelak, kepala seorang yang berdiri paling bawah pun menjadi pijakan teman-temannya untuk menaiki tiang pinang setinggi 8,5 meter yang licin itu.

“Karena tidak bisa menggapai puncak tadi, harus mengijak kepala teman,” ujar Novi Setia Pamungkas, peserta lomba panjat pinang peringatan HUT ke-261 Kota Jogja di halaman balai kota setempat kemarin (1/10).

Warga Sayidan, Gondomanan, itu bersama empat rekannya menjadi yang pertama berhasil mencapai puncak pinang. Dari total 18 tim peserta. “Percobaan pertama hampir ke puncak tapi gagal. Kesempatan kedua pakai strategi, termasuk injak kepala teman dan dibantu tangan,” tambahnya.

Setiap tim yang berhasil naik ke puncak pinang berhak mengambil hadiah maksimal lima amplop. Tiap amplop berisi voucher yang disediakan BPD DIJ. Total hadiah Rp15,9 juta yang terbagi dalam 261 amplop.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi turut mengapresiasi lomba panjat pinang tersebut dengan memberikan selamat pada tiap tim yang berhasil mencapai puncak. “Panjat pinang akan menjadi agenda rutin tahunan peringatan HUT Kota Jogja. Sebagai bentuk guyub masyarakat,” ujarnya.

HP, sapaan akrabnya, menuturkan, lomba panjat pinang memiliki makna filosofi. Bahwa setiap untuk meraih setiap tujuan butuh perjuangan yang tak cukup mengandalkan kekuatan dan tekad. Tapi perlu strategi dan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Perlu trial and error berkali-kali untuk berhasil. HP mengimbau masyarakat senantiasa mempraktikkan makna filosofi panjat pinang dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan. (pra/yog/ong)