SLEMAN – Kedigdayaan PSS Sleman di babak penyisihan (lolos sebagai juara Grup 3) tidak berbanding lurus di fase 16 besar. Dari empat laga yang dilakoni, Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman hanya bisa meraup empat poin hasil satu kemenangan, satu seri dan dua kekalahan.
Teranyar adalah ditikam PSPS Riau di kandang sendiri, 2-3, Senin (2/10). Suara-suara sumbang pun tertuju pada manajemen dan allenatore PSS Freddy Muli.

Menyikapi kondisi tersebut, klub mengadakan pertemuan dengan pemain, manajemen, dan perwakilan suporter di rumah makan Pesona Pingka, kemarin (3/10). Diharapkan dari pertemuan tersebut ada masukan dan solusi untuk perbaikan performa Busari dkk. “Sarasehan, makan siang bersama dan menyamakan persepsi semua pihak,” ujar Manajer Operasional PT PSS Rumadi.

Disinggung mengenai desakan suporter untuk mengevaluasi kinerja Freddy Muli, PSS pasang badan untuk mantan pelatih Persebaya dan PSMS Medan tersebut. Manajemen masih mempercayai pelatih asal Palopo yang menetap di Sidoarjo tersebut. Apalagi pertandingan melawan Cilegon United tinggal hitungan hari. “Iya kan kompetisinya belum selesai,” imbuh Rumadi.

Meskipun masih berusaha mempertahankan pelatihnya, bukan berarti posisi Freddy aman. Pertemuan manajemen, pemain dengan suporter ditengarai membahas situasi terkini Il Biancoverde. Jika Busari dkk keok lagi di Cilegon, peluang ke 8 besar nyaris tertutup bagi PSS. Selain itu fans juga mulai membandingkan antara racikan Freddy dengan Seto Nurdiantoro musim lalu. Apalagi, FM selalu memainkan pemain dan pakem main yang itu-itu saja.

Dengan pertimbangan bermain di kandang ketika menjamu PSPS, Freddy berusaha memainkan pemain dengan naluri menyerang tinggi. Namun selalu kedodoran saat diserang balik dan dihujani bola-bola silang. Keroposnya lini belakang sepeninggal Arie Sandy yang cedera justru memasukkan pemain minim naluri bertahan.

Alih-alih memasukkan Jodi Kustiawan, Wahyu Sukarta atau Zamzani, justru Mardiono dan Agi yang dimainkan. Strateginya sempat berjalan baik-baik saja sampai menit ke 60. Selepas itu, pemain tuan rumah seperti kehabisan tenaga dan habis akal. SementaraPSPS yang punya pemain pengalaman macam Herman Dzumafo ditambah supersub Firman Septian, Riki Dwi Saputro dan Leo Guntara mampu memanfaatkan situasi dengan mencetak tiga gol beruntun. (riz/din/ong)