SLEMAN – Kekuatan tiga kerajaan besar Pulau Jawa terukir di jalan arteri DIJ yang selama ini dikenal dengan sebutan Ring Road. Di sana ada Prabu Siliwangi dari Bumi Pajajaran dan Raja Majapahit Prabu Brawijaya. Kebesaran nama kedua tokoh kerajaan Nusantara itu tersemat sebagai nama ruas jalan yang berada di tanah Mataram. Kolaborasi tiga kekuatan Pulau Jawa itu diresmikan di Simpang Empat Jombor, Sleman kemarin (3/10).

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) menganggap momentum tersebut sebagai rekonsiliasi kultural kerajaan-kerajaan Nusantara. Terlebih Pajajaran dan Majapahit, demikian pula Mataram, telah melebur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan begitu semua pemangku wilayah yang dulu berdiri kerajaan tersebut harus memiliki visi dan misi yang sama. Guna menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Raja Karaton Jogjakarta ini berpesan agar keturunan kedua kerajaan tidak mengungkit kesalahan masa lalu. HB X menilai setiap pemimpin bisa melakukan kesalahan. Bahkan menjadi kisah yang turut tercatat dalam tinta sejarah Nusantara. ” Abad VII merupakan era kebesaran Sriwijaya. Lalu abad XIV menjadi kejayaan Majapahit. Kemudian abad XXI saatnya Nusantara bangkit seperti yang pernah dibangun para pendiri dulu,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir dalam momen istimewa tersebut. Turut hadir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Sekprov Jawa Timur Ahmad Sukardi.

Dalam kesempatan itu Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, mengapresiasi ide HB X terkait penamaan beberapa ruas Ring Road dengan tokoh dan kerajaan Nusantara.

Menurut Aher, kolaborasi Mataram, Pajajaran, dan Majapahit bisa menjadi upaya pengikisan citra negatif sejarah tiga kerajaan tersebut. Terutama pada masa kelam antara Kerajaan Sunda di Jawa Barat dan Majapahit (Jawa Timur). “Terangkum dalam kisah Pasundan Bubat atau perang Bubat. Pada 1357 Masehi digambarkan kedua kerajaan tidak akur karena sebuah permasalahan,” ungkapnya.

Aher berharap, penamaan jalan dengan tokoh kerajaan tersebut disusul di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Adapun penamaan jalan arteri Ring Road tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIJ Nomor 166/KEP/2017. Ring Road yang awalnya terbagi tiga ruas jalan dipecah menjadi enam.

Jalan Siliwangi membentang dari Simpang Empat Pelemgurih, Gamping sampai Simpang Empat Jombor. Jalan Pajajaran dari Simpang Empat Jombor hingga Simpang Tiga Maguwoharjo. Kemudian Jalan Majapahit mulai Simpang Tiga Janti sampai Simpang Empat Jalan Wonosari. Selanjutnya Jalan Ahmad Yani dari Simpang Empat Jalan Wonosari hingga Simpang Empat Jalan Imogiri Barat. Jalan Prof Dr Wirjono Prodjodikoro SH membentang dari Simpang Empat Jalan Imogiri Barat sampai Simpang Empat Dongkelan, Bantul. Sedangkan Jalan Brawijaya dari Simpang Empat Dongkelan hingga Simpang Tiga Gamping.

Plt Assekprov Perekonomian dan Pembangunan DIJ Sigit Sapto Raharjo menambahkan, peresmian jalan arteri yang melingkari wilayah DIJ akan ditindaklanjuti dengan pemasangan ikon. Hal ini bertujuan menguatkan makna akan nama masing-masing ruas jalan. Selain ikon, di tiap titik strategis akan dibangun taman yang berciri khas sesuai nama jalan terkait. Jalan Majapahit atau Pajajaran, misalnya. Ikon dan taman disesuaikan dengan ciri khas dua kerajaan besar tersebut. “Kami siapkan 12 plang nama dengan tulisan berbahasa Indonesia dan aksara Jawa,” ucapnya. (dwi/yog/ong)