JOGJA – Puluhan sepeda motor berbagai merek dipajang di halaman Mapolresta Jogja kemarin (3/10). Kendaraan roda dua tersebut merupakan barang bukti pengungkapan sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beroperasi di wilayah DIJ selama sebulan terakhir.

“Delapan orang kami tangkap di kediaman Ristanto. Dia otak sindikat ini,” ujar Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono.
Rumah Ristanto di wilayah Jitengan, Balecatur, Gamping menjadi safe house bagi para tersangka.

Kedelapan tersangka antara lain, Febri Hasan,22; Fauzi Nurfinja,28; GN,17; Arif Setiawan,21; Ristanto,34; Youngky Kirana,21; Derri Adreansyah,20; dan Icang Hidayat,37. Mereka berasal dari Sumatera, Jawa Barat, dan Jogjakarta. Tiap tersangka memiliki tugas masing-masing. Mulai survey atau menggambar suasana, memetik barang, hingga penjualan.

Rata-rata usia pelaku pencurian sepeda motor tergolong muda. Kurang dari 30 tahun. Bahkan, satu di antaranya, GN, masih tergolong anak di bawah umur. Saat menjalankan aksi pencurian warga Gunungkidul itu berusia 17 tahun. “Desember nanti GN usianya genap 18. Sanksi hukumannya tetap sama dengan yang lain,” jelas perwira tiga melati di pundak.

Meksi terbilang muda, lanjut Tommy, cara kerja pelaku tergolong profesional. Mereka tah hanya mengandalkan kunci T sebagai alat untuk membobol lubang kunci kontak motor sasaran. Mesin gerinda juga dipakai untuk mebongkar kunci pengaman ganda.

Dari sejumlah aksi yang tertangkap kamera CCTV (closed-circuit television), para tersangka hanya butuh waktu tak kurang dari satu menit untuk menggondol kendaraan yang terkunci. Barang curian selanjutnya disembunyikan ke save house para tersangka. Kemudian dijual ke penadah yang berada di Jawa Barat. Motor sasaran sebagian besar keluaran 2015 ke atas karena bernilai jual lebih tinggi dibanding kendaraan yang lebih tua.

Saat penggerebekan di save house pada 18 September lalu polisi mendapati sedikitnya sembilan sepeda motor curian.
“Kami juga berhasil mengamankan 10 sepeda motor yang sudah dibawa ke Jawa Barat,” jelas Tommy.

Kasatreskrim Kompol M. Kasim Akbar Bantilan menambahkan, tak kurang 30 laporan kehilangan sepeda motor diterimanya sejak Februari lalu. “Kami menduga ratusan sepeda motor hasil kejahatan mereka sudah dijual ke penadah. Harganya berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per unit,” jelasnya.

Para tersangka kini mendekam di sel prodeo Mapolresta Jogja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dijerat pasal 363 tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(bhn/yog/ong)