KULONPROGO – Land clearing lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) terus berlangsung. Alat berat PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai mitra PT Angkasa Pura (AP) I meratakan apa saja yang ada di area calon bandara.

“Target kami November clear. Tanggal 25 Oktober listrik akan kami putus, semua kami robohkan,” tegas Project Manager Pembangunan NYIA Sujiastono (4/10).

Alat berat meratakan lahan siang malam. Setiap minggu, tanah yang diratakan 70 hektare. Sampai kemarin, 250 hektare lahan sudah diratakan. Pagar keliling calon bandara sudah terpasang 8.310 meter persegi.

Makam yang ada di lokasi NYIA diminta untuk segera dipindah. “Jika belum dipindah antara Oktober hingga 10 November akan kami pindah dengan cara saya. November, pengerjaan fisik bandara harus dimulai,” ujarnya.

Langkah tegas AP I tersebut untuk mempercepat pengerjaan NYIA. AP I terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. “Pembangunan ini untuk kepentingan umum,” tegasnya.

Bekas bangunan yang berada di lokasi land clearing tidak boleh dimanfaatkan warga. “Semua sudah diganti rugi, semua sudah menjadi hak milik kami,” kata Sujiastono.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifa’i mengatakan pengamanan aset warga dan AP I di lokasi calon NYIA dilakukan kepolisian. Penambahan personel kepolisian untuk pengamanan dilakukan sesuai kebutuhan.
“Sesuai instruksi Pak Kapolda, kami ditugaskan mengawal proyek nasional ini,” kata Irfan.

Auditor Madya BPKP DIJ Ibnu Sejati mengatakan pihaknya mengawasi pembangunan NYIA. “Presiden menugaskan kami melakukan pengawalan terhadap pembangunan NYIA,” kata Ibnu.

Perdana Rendra, warga Pedukuhan Kepek mengatakan rumahnya di relokasi belum jadi. Belum siap ditempati. Namun dia kemarin memutuskan pindah karena melewati tenggat waktu pengosongan lahan NYIA. (tom/iwa/ong)