KARANGAYAR – Sidang kasus dugaan tindak kekerasan dalam pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Mapala UII Jilid Dua kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, kemarin (4/10). Itu setelah terjadi penundaan beberapa waktu lalu.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan yang dipimpin Ketua Hakim Majelis PN Karanganyar Nunik Sri Wahyuni, enam terdakwa penganiayaan dan tindak kekerasan terhadap anggota Diklatsar Mapala UII dihadirkan. Mereka adalah Tubagus Noviandaru, Reski Fadliansyah, Tan Anugrah Ramadani, Dicky Kurniawan, Hasrul Sandy, dan Nurain Igirisa.
Keenamnya didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karanganyar, yang dipimpin oleh Ardian Cs, dengan pasal berlapis.

“Kami dakwa dengan pasal 170 ayat (2) ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindakan kekerasan yang mengakibatkan kematian dan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP yang menyebabkan korban luka atau Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 351 ayat (1) KUHPJoPasal 55 KUHP,” kata Ardian saat ditemui Radar Solo (Jawa Pos Grup) usai sidang dengan agenda pembacaan dakwaan kemarin.

Ardian mengatakan, keenam terdakwa dinilai telah melakukan tindakan indisipliner dalam pelaksanaan kegiatan Diklatsar yang digelar di Telogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar pada awal 2017 lalu.
“Sesuai hasil penyelidikan yang dilakukan, diduga kuat keenamnya telah melakukan kekerasan sehingga mengakibatkan luka pada bagian dada, perut, dan lengan,” ucapnya.

Salah satu terdakwa yakni Tubagus Noviandaru memilih mengajukan eksepsi di sidang selanjutnya. Usai Tubagus memilih mengajukan eksepsi, beberapa terdakwa lainnya juga memilih untuk mengikutinya. Sidang dengan materi pembacaan eksepsi bakal digelar kembali pada Rabu pekan. (rud/ila/ong)