CILEGON – Menjadi tim pertama yang lolos ke fase 16 besar, poin terbanyak, dan produktif mencetak gol mungkin membuat Super Elang Jawa terbang tinggi sekali. Namun ketika menjalani laga demi laga di Grup A, tuah di fase penyisihan seperti menguap. Pukulan telak tiga gol PSPS Riau di Maguwoharjo memaksa Elang Jawa harus kembali menapak tanah.

Perjalanan berat harus dilalui Busari dkk di Cilegon, sore nanti. Bukan hanya karena jarak Sleman-Cilegon yang membentang 630 km. Namun langkah menuju 8 besar bisa saja terhenti jika Cilegon United menghentikan perolehan poin Busari dkk di Stadion Krakatau Steel, markas The Volcano-julukan Cilegon United. Tidak ada pilihan, hanya tiga poin yang menjaga peluang PSS melaju ke perempat final.

“Tentu lebih berat karena kami harus menyapu bersih dua laga sisa. Termasuk dengan Cilegon United. Namun, kami berusaha untuk bangkit demi meraih tiket 8 besar,” kata Pelatih PSS Sleman Freddy Mulli.
Namun menang di Cilegon bukanlah hal mudah. Tuan rumah selalu tampil perkasa saat bermain di hadapan publik sendiri. Mereka selalu mencatatkan hasil apik ketika berlaga di kandang, Stadion Krakatau Steel. Sebelumnya, Persis Solo harus mengakui keunggulan Jalwandi dkk dengan skor 2-0. “Kami tidak ada kata menyerah selagi peluang itu masih ada. Bagaimanapun kondisinya terus fight. Semua harus yakin dan bekerja keras untuk mewujudkan dua kemenangan,” tandasnya.

Berangkat ke Cilegon, Kamis (5/10) pagi, Freddy meninggalkan Mardiono, Arie Sandy yang cedera dan Imam Bagus yang mendapat akumulasi kartu. Terberat tentu saja kehilangan Sandy di pos gelandang bertahan. Hal itu terlihat setelah pemain bernomor 97 itu keluar lapangan, serangan lawan tanpa halangan langsung menerpa barisan belakang PSS tanpa filter.

Opsi memainkan tiga bek tengah atau menempatkan Wahyu Sukarta dan Zamzani di pos gelandang bertahan menjadi krusial jika tidak mau diobrak-abrik Jalwandi dkk. Agi Pratama dan Dave Mustaine kembali berpeluang dimainkan dengan catatan daya juang dan kadar kengototan bermain lebih ditingkatkan. Selain itu, Kito Chandra sebagai winger dengan modal speednya bisa diaplikasikan apabila memerlukan skema serangan balik cepat.

Selain faktor permainan di lapangan, tim tamu juga perlu mewaspadai faktor nonteknis di luar lapangan. Pekan lalu, Persis Solo takluk 2-0 dan mengambinghitamkan pertunjukan debus yang digelar di tribun stadion.

Pertunjukan menggunakan senjata tajam tersebut dianggap mengganggu konsentrasi para pemain saat berlaga. “Kalau benar seperti itu harus ada teguran soal senjata tajam. Itu sudah di luar regulasi. Itu memang mengganggu ya, termasuk teror juga itu,” kata Freddy.

Manajer operasional PT PSS Rumadi berharap hal tersebut tidak terjadi saat timnya bermain sore ini. “Serahkan semuanya pada Tuhan. Kita berdoa saja kepada Tuhan semoga semuanya lancar dan baik-baik saja,” ungkapnya. (riz/din/ong)