JOGJA – PSIM Jogja memulai perjalanan penting guna menjaga misi bertahan di Liga 2, dengan bertolak ke Malang, kemarin (6/10). Membawa seluruh skuadnya, PSIM Jogja berangkat lebih cepat dengan menggunakan kerta api melalui Stasiun Tugu.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan, keberangkatan ke Malang sedini mungkin guna menjaga kondisi fisik pemain. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang dinilai akan menguntungkan bagi skuadnya. “Kami harus melakukan adaptasi, baik vanue maupun cuaca,” kata Erwan kemarin (6/10)

Erwan mengungkapkan, kondisi pemain cukup bagus. Bahkan dia mengatakan motivasi pemainnya tengah memuncak untuk memberikan yang terbaik buat PSIM bertahan di Liga 2.

Menurut Erwan, motivasi yang tinggi tersebut menjadi bekal positif bagi timnya untuk melakoni tiga laga penentuan di Kota Apel. Saat ini tim pelatih pun tinggal menjaga motivasi tersebut agar selalu mengapung serta tidak terlalu berlebihan yang berujung pada sikap jemawa. “Lawan-lawan kami di playoff seluruhnya berat. Kalau tidak ada modal motivasi dan semangat bertanding akan sulit,” imbuhnya.

Tim pelatih cukup paham dengan padatnya jadwal pertandingan. Sebab, mengawali petualangan dengan melawan Persipur Purwodadi (9/10), PSIM kembali bertanding di laga kedua melawan Persewangi Banyuwangi (12/10) dan ditutup melawan PSCS Cilacap pada 15 Oktober, maka opsi untuk meniadakan latihan dengan intensitas yang tinggi pun sudah pasti dipilih pelatih asal Magelang tersebut. “Seluruh pemain harus benar-benar fokus dalam babak playoff ini sehingga mereka bisa menjaga kondisi dengan baik dan tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu diluar kegiatan tim,” tegas pelatih yang baru saja mengikuti kursus lisensi kepelatihan C AFC itu.

Selain itu, dengan diboyongnya seluruh pemain, tim pelatih pun akan semakin dimudahkan untuk menjalankan skema bermain yang berbeda-beda. “Makanya kami siapkan beberapa skema bermain. Kami berharap semua pemain bisa kami maksimalkan kalau memang rotasi dibutuhkan,” tandas Erwan. (bhn/din/ong)