CILEGON – Harapan besar lolos 8 besar sempat tersembul di hati Sleman Fans sampai dengan menit 90. Ketika itu PSS masih unggul 2-1 atas tuan rumah Cilegon United di Stadion Krakatau Stell, Cilegon kemarin (6/10). Namun hukuman penalti di babak tambahan waktu membuat peluang PSS Sleman menapak perempatfinal semakin tipis. Ya, Hasil seri 2-2 tidak membuat Super Elang Jawa beranjak dari posisi bawah Grup A.

Manajer Operasional PT PSS Rumadi mengatakan, hasil yang didapat ini memang sangat mengecewakan. Namun menurutnya pemainya sudah berjuang mati-matian. “Itu sudah di luar kemampuan pemain. Pemain sudah all out main bagus. Unggul 1-0, 1-1, 2-1. Tapi menit akhir harus seperti itu,” ungkapnya.

“Kalau namanya sepak bola memakai kaki. Jadi, kalau bola kena paha nggak handsball. Itu dikontrol pake paha. Ada videonya. Wasitnya harus kursus lagi,” ujarnya dengan nada geram.

Ya, Rumadi juga tidak habis pikir dengan kinerja wasit dan tuan rumah. Menurutnya wasit sudah tidak profesional sejak awal pertandingan. “Wasit nggak bener sejak awal. Dikit-dikit freekick. Kami terintimidasi banyak sekali. Ada debus banyak sekali. Bench pemain dipukul-pukul. Kena semprot gas airmata. Semua pemain kena matanya sampai pedas,” bebernya.

Ya, sejatinya PSS Sleman bermain apik di laga kemarin. Perubahan juga dilakukan Pelatih PSS Sleman Freddy Muli dengan mencadangkan Syahrul Trisna dan memainkan Try Hamdani di bawah mistar gawang. Kuartet lini belakang diisi Bagus Nirwanto, Waluyo, Jodi dan Tedi Berlian. Masuk dalam formasi 4-3-3, gelandang bertahan ditempati Achmad Hisyam melengkapi Busari dan Dirga di lapangan tengah. Trisula lini depan PSS memasang Kito Chandra, Agi Pratama, dan Riski Novriansyah.

Hasilnya, 10 menit pertama tim tamu beberapa kali mengancam melalui Agi dan Riski. Selanjutnya, gantian tuan rumah berbalik menyerang diinisiasi Jalwandi di sisi sayap. Namun Try Hamdani menjawab kepercayaan yang diberikan dengan baik. Dirga Lasut juga sesekali menggedor barisan pertahanan Cilegon bekerjasama dengan Kito Chandra dan Bagus Nirwanto yang overlaping.

Semenit sebelum rehat, Riski Novriansyah memecah kebuntuan dengan mencetak gol bagi Super Elang Jawa. Memanfaatkan umpan matang Agi Pratama, dia mampu mencatatkan namanya di papan skor. Rehat ditutup keunggulan tim tamu 0-1.

Keluar dari ruang ganti tuan rumah langsung menggeber serangan. Sempat mencetak gol, namun dianulir wasit karena pemain Cilegon dinilai lebih dulu offside. Namun gelombang serangan tuan rumah belum berhenti. Serangan The Volcano, julukan Cilegon United harus dihentikan di luar kotak penalti yang menghasilkan beberapa kali tendangan bebas. Untungnya Waluyo dkk, masih bermain disiplin.

Sejam pertandingan berjalan PSS mendapat peluang menambah gol. Kito Chandra dijatuhkan di luar kotak penalti. Dirga Lasut maju menjadi algojo tendangan bebas. Namun bola sepakannya sedikit menyamping dari tiang gawang.

Menit 67 tuan rumah menyamakan kedudukan lewat Jodi dan skor menjadi 1-1. Namun PSS tetap tenang dan terus berupaya untuk unggul. Busari kemudian beberapa kali berinisiatif melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Setelah sempat mengenai tiang gawang, percobaan selanjutnya memanfaatkan kemelut di depan gawang Cilegon, Busari kembali membuat Sleman unggul 1-2.

Lima menit kemudian terjadi sedikit insiden dan wasit sempat menghentikan pertandingan.
Setelah kembali dilanjutkan, PSS menarik Agi dan memasukkan bertipikal bertahan Muhammad Zamzani. Pelatih seperti ingin menjaga keunggulan alih-alih menambah gol. Lalu Ardi Idrus dimasukkan menggantikan Tedi Berlian.

Sayang, di menit akhir wasit memberikan hukuman penalti karena pemain PSS dianggap wasit menyentuh bola di kotak terlarang. Keputusan wasit ini menuai protes kubu PSS Sleman. Bahkan, wasit harus menghentikan laga karena pendukung tim tamu memanjat pagar lalu masuk ke lapangan.

Setelah terhenti beberapa menit, pertandingan dilanjutkan. Algojo Cilegon United Dian Endra melakukan tugasnya dengan baik dan menutup pertandingan pekan kelima Grup A tersebut dengan skor 2-2. Hasil yang kurang menguntungkan sebab peluang lolos PSS ke 8 besar harus ditentukan melalui pertandingan tim lainnya antara PSPS vs Cilegon United.

Selain harus menang melawan Persis Solo di partai terakhir, PSS berharap laga PSPS melawan Cilegon United berakhir imbang. Jika skenarionya seperti itu, meskipun nantinya poin PSS dan Cilegon sama namun Busari dkk unggul head to head. (riz/din/ong)